BREAKING NEWS
https://picasion.com/

Jumat, 07 Mei 2021

Yayasan Sosial Rumah Duka Palangka Raya, Bangun Gedung Telah Ikuti Aturan

PALANGKA RAYA- Pembangunan Gedung Yayasan Sosial Rumah Duka Palangka Raya di Jalan Yos Sudarso Ujung terusik adanya sejumlah orang yang mengaku warga sekitar menolak dengan alasan tidak mendasar. 

Suriansyah Halim, selaku tim hukum Yayasan mengatakan, pihaknya sebagai pengelola pembangunan rumah duka menerima surat keberatan dari warga pada tanggal, 2 April 2021 lalu dengan alasan warga sekitar khawatir ditimpa kesialan jika gedung itu tetap dilanjutkan pembangunan nya.

"Mendapatkan surat keberatan tersebut pihak pengelola rumah duka melakukan konsultasi dan meminta kepada pihak kedamangan mantir adat menjadi penengah dalam rangka mediasi antara warga dan pihak yayasan," kata Halim, Kamis kemarin, 6 Mei 2021 siang.

Bahkan menurut Halim, dari kedamangan Jekan Raya alasan itu tidak benar dan hanya dibuat-buat oleh pihak yang mengaku warga sekitar, dan pihak kedamangan pun mendukung pembangunan yayasan rumah duka tersebut.

Pada saat yayasan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pembangunan gedung ini malah warga sekitar menawarkan tanahnya agar di beli oleh pihak yayasan. 

"Atas keinginan warga sekitar lokasi pembangunan yang ingin menjual lahannya, pihak yayasan menyambut baik dan akan membelinya sesuai dengan harga pasaran. Namun, pihak yayasan meminta warga yang ingin menjual lahannya agar melengkapi legalitas tanah berupa SHM," ujar Halim.

Sementara itu, Rudi Irawan yang merupakan Mantir Adat Kecamatan Jekan Raya mengimbau agar pihak warga dan yayasan bersama-sama tidak melakukan perbuatan yang melawan hukum.

"Kehadiran kami dari kedamangan hanya ikut memantau atau mengawasi agar pihak warga yang keberatan tidak melakukan hinting pali, karena mediasi sudah berjalan dan keputusan dalam waktu dekat akan segera dikeluarkan," ucapnya.

Rudi mengajak kepada warga sekitar dan lainnya mari secara bersama-sama mendukung pembangunan rumah duka demi kepentingan masyarakat yang membutuhkan.

"Sebagai bentuk kepatuhan kepada adat dayak oleh pihak yayasan. Mereka akan melaksanakan ritual manyanggar atau mamapas, sebagai pembangunan yang tidak biasa ini," pungkasnya. (emca/jp).

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes