BREAKING NEWS
https://picasion.com/

Jumat, 23 Juli 2021

Meski HST defisit, PL dan tender miliaran rupiah bakal tetap jalan 2021

BARABAI- Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kabupaten Hulu Sungai Tengah Tahun 2021 yang telah disepakati adalah sebesar Rp1,18 triliun dan mengalami defisit (kurangnya kas dalam keuangan) anggaran mencapai Rp290 miliar.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten HST Teddy Taufani sebelumnya pernah menyatakan defisit sebesar Rp290 Miliar adalah sebelum refocusing. Namun setelah direfocusing tinggal Rp134 miliar dan Silpa yang direncanakan untuk menutupi defisit hanya sekitar Rp115 miliar.

"Jadi, pada anggaran perubahan 2021 ini, kita harus melakukan pengurangan anggaran lagi sekitar Rp10 miliar untuk menutupi defisit itu," kata Teddy.

Terlepas dari upaya penghematan dari Pemkab HST dengan pengurangan Anggaran beberapa SKPD salah satunya melalui refucosing untuk penanganan COVID-19, ternyata Paket pengadaan Langsung, Penunjukan Langsung dan Tender yang nilainya miliaran rupiah bakal tetap jalan dan dikerjakan Tahun 2021 ini.

Dari laman lpse.hulusungaitengahkab.go.id terlihat, ada tender dari Satuan Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten HST untuk pembangunan Puskesmas Haruyan senilai Rp7 miliar yang bersumber dari APBD HST Tahun 2021 dan kontraknya dimenangkan oleh CV Ajlea dari Kabupaten Balangan.

Paket Pengadaan Obat-obatan Dana DAK Kefarmasian Non e- Catalog, nilainya Rp1,1 miliar, tendernya dimenangkan oleh Rajawali Nusindo yang beralamat di Banjarmasin.

Di Dinas PUPR juga terdata paling besar adanya paket 1 pekerjaan peningkatan Kapasitas Jalan yang nilainya Rp5,9 miliar untuk perbaikan jalan dari Desa Wake ke Haliau, Pagat - Kahakan dan Pagat sampai Aluan mati. Tendernya dimenangkan oleh PT Rahmat Agung Utama yang beralamat di Banjarmasin.

Berikutnya yaitu Paket 2 Pekerjaan Rehabilitasi / Pemeliharaan Berkala Jalan Kabupaten yang nilainya juga Rp5 miliar untuk perbaikan jalan Desa Kalubut - Mantarungin, Cukan Lipai - Intangan dan Telang sampai Abung. Tendernya dimenangkan oleh PT Seroja Indah Persada yang beralamat di Pantai Hambawang, Kabupaten HST.

Ada juga pekerjaan rekonstruksi/peningkatan kapasitas struktur jalan (Khusus Kabupaten) (DAK Penugasan) yang nilainya Rp3,2 miliar untuk pembangunan di Batu Harang - Pancur Hanau. Proyeknya dimenangkan oleh PT. Sinar Mahaputera Mandaga Bakti dari Kabupaten Tabalong.

Pengembangan Jaringan Perpipaan SPAM BNA Barabai untuk Kawasan Kecamatan Pandawan yang nilainya Rp 3,3 miliar. Tender dimenangkan oleh CV. Sandi Borneo yang beralamat di Pantai Hambawang Timur, HST.

Di Dinas Pendidikan dapat ditemukan terbanyak paket tender dan PL yang proyeknya sebagian sudah berjalan.

Diantaranya adalah paket tender rehabilitasi ruang kelas di SDN 2 Awang nilainya Rp354,4 juta, di SDN 1 Kayu Bawang nilainya Rp401,7 juta, di SDN Kecil Batu Perahu nilainya Rp401,3 juta, di SDN Ilung nilainya Rp401,6 juta, di SDN 2 Pemangkih nilainya Rp526 juta, di SDN 2 Barikin nilainya Rp535 Juta, di SDN 1 Pajukungan nilainya Rp803,1 juta, SDN 1 Kasarangan nilainya Rp803,2 juta, SDN 1 Batu Benawa Rp397,1 juta.

Yang menarik adalah proyek pembangunan di SMPN 6 HST, yaitu untuk Rehabilitasi Ruang Perpustakaan beserta perabotnya nilainya Rp303,4 juta, Rehabilitasi Ruang Laboratorium IPA beserta perabotnya Rp327,6 juta dan rehabilitasi ruang kelas beserta perabotnya nilainya Rp433,6 juta dikerjakan oleh tiga CV yang berbeda, yaitu CV. Amanah Meru Parakanca, CV. Ar-rahmah dan CV. Alifan Jaya.

Selanjutnya yaitu rehabilitasi ruang kelas beserta perabotnya di SMPN 25 Satu Atap HST nilainya Rp565,4  juta, di SMPN 11 HST nilainya Rp380,1 juta, di SMPN 1 HST nilainya Rp634,7 juta, di SMPN 3 HST juga ada pembangunan rehabilitasi ruang tata usaha dan ruang guru masing-masing nilainya Rp317,7 juta dan Rp308,4 juta.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda HST M Fakhrurazi saat dikonfirmasi menerangkan seluruh tender maupun PL semuanya saat ini sistem aplikasi dilakukan benar-benar secara transparan dan pemenang lelang pun dapat dilihat di laman LPSE.

"SKPD yang mau bertender, biasanya menyerahkan datanya kepada kami dulu untuk di review baik itu masalah harga, spesifikasi, peralatan dan personelnya, setelah itu jika ada perbaikan kami serahkan lagi ke SKPD. Jika dokumen sudah lengkap baru kami upload ke aplikasi," katanya saat diwawancari di kantor termewah pemkab HST tersebut, karena masuk saja harus menggunakan sidik jari.

Ia menambahkan, karena masih pandemi COVID-19 ini, tender maupun PL, lebih banyak dilakukan secara online tidak offline, walaupun dia tidak menampik ada juga tender yang melalui proses offline. (ant/jp).

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes