BREAKING NEWS
https://picasion.com/

Kamis, 19 Agustus 2021

MA Kabulkan Kasasi JPU, Terdakwa Divonis 30 Bulan Penjara

PALANGKA RAYA- Mahkamah Agung RI mengabulkan permohonan Kasasi Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Palangka Raya dalam perkara tindak pidana dugaan penipuan atas nama terdakwa Sari Kurnianingsih.

Mengadili, mengabulkan permohonan kasasi dari pemohon Kasasi (Penuntut Umum) pada Kejaksaan Negeri Palangka Raya, membatalkan putusan PN Palangka Raya, nomor 2/Pid.B/2021/PN Plk tanggal 17 Mei 2021.

"Menyatakan terdakwa, Sari Kurnianingsih terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun dan 6 (enam) bulan," bunyi Relaas dari MA RI.

Hal tersebut disampaikan JPU, Anton Rahmanto melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp, Kamis 19 Agustus 2021 petang, berdasarkan Relaas yang ia terima dari jurusita PN Palangka Raya, Kamis pagi.

"Kami awalnya sudah sangat yakin terdakwa terbukti telah melakukan tindak pidana penipuan, karena semua fakta hukum yang terungkap di persidangan telah sesuai dengan surat dakwaan JPU alternatif ke-1 yakni pasal 378 Jo pasal 55 KUHPidana," tulis Anton.

Diketahui, terdakwa Sari Kurnianingsih selaku Direktur PT Berkah Ardana Jaya bekerjasama dengan Lusiana Bernadheta Direktur Utama PT Sumber Alam Cemerlang dalam usaha penjualan BBM jenis solar industri (HSD).

Dalam pada itu, PT Sumber Alam Cemerlang mengirim BBM atas permintaan Sari Kurnianingsih sebanyak 500ribu liter dengan harga Rp8000 per liter, total harga Rp4 Miliar. BBM tersebut dikirim ke Muara Teweh, 08 November 2016.

Selanjutnya, Direktur Utama PT Sumber Alam Cemerlang melakukan penagihan kepada Sari Kurnianingsih, terdakwa melakukan pembayaran awal sebesar Rp800 juta, sisanya akan terdakwa bayar menggunakan cek.

Pada bulan November 2016 terdakwa secara sadar dan sengaja menandatangani cek Bank Mandiri senilai Rp2 Miliar dengan tempo satu bulan. Namun, cek tersebut saat dikliringkan ditolak oleh Bank, karena dana nya kosong.

Jaksa menuntut terdakwa Sari Kurnianingsih selama 3 (tiga) tahun dan 6 (enam) bulan penjara pada, 24 Februari 2021. Karena Jaksa yakin, bahwa terdakwa telah terbukti  bersalah melanggar Pasal 378 KUHPidana.

Sedangkan, Majelis Hakim PN Palangka Raya meyakini, bahwa perkara tersebut bukanlah perkara pidana, tetapi lebih ke perkara perdata, hakim memvonis lepas terdakwa dari tuntutan jaksa, pada hari Rabu 17 Mai 2021.

"Jadi perbuatan terdakwa bukan perbuatan hubungan hukum perdata, tapi murni tindak pidana karena terdakwa tidak ada itikad baik untuk bertanggung jawab sehingga korban menderita kerugian sebesar Rp3,2 Miliar," kata Anton, saat ini ia bertugas di Kejati Jambi. (emca/jp).

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes