BREAKING NEWS
https://picasion.com/

Rabu, 02 Februari 2022

Peserta Balap Perahu Ces Kecewa Arena Bahaya

MARABAHAN- Lomba perahu ces yang berlangsung pada Sabtu, 29 Januari 2022 dalam rangkaian HUT Batola ke 62 ambyar. Pasalnya, saat pelaksanaan lomba arena sangat berisiko tinggi bagi pembalap perahu ces, Selasa (01/02/2022)

Ekstremnya medan lintasan balap tidak begitu di perhatikan oleh panitia. Hal tersebut terlihat pada lintasan balap sangat banyak sampah kayu dan enceng gondok (ilung) yang berserakan sehingga menyebabkan perahu pembalap terjebak di tumpukan sampah.

Selain itu, juga menabrak kayu besar dan menyebabkan peserta balap mengalami kerusakan fatal pada perahunya hingga mengalami kerugian besar belasan juta rupiah.

Pada awal race beberapa peserta sempat mengajukan saran untuk meminta lintasan agar bergeser kisaran 50 meter untuk menghindari tumpukan sampah di lintasan balap, namun di tolak oleh pihak panitia lapangan.

Salah satu peserta lomba asal tapin pembalap ces unggulan Jarniansyah alias amang jarni mengungkapkan, pada  babak 32 besar, saat lomba belum di mulai kami sempat mencek lokasi sesuai arahan panitia, dan di situ kami melihat arena sangat tidak memungkin bagi pembalap.

"Oleh sebab itu, bersama kawan-kawan mendatangi panitia untuk minta keringanan mengubah tempat finis agar bergeser sekitar dari tempat yang sudah ditentukan untuk keselamatan peserta," ujarnya.

Lanjutnya, pihaknya melihat tumpukan sampah sangat banyak bergolak di arena, apalagi peserta sempat mengalami menabrak gelombang setinggi hingga satu setengah meter pada saat kapal besar melintas di sekitar arena.

"Itu sangat mengkhawatirkan dan resiko besar bagi kami," ungkapnya.

Jarni menuturkan, meskipun kami tahu kesepakatan panitia tidak bisa di ganggu gugat, namun peserta mengutamakan keselamatan, karena itu modal kami pada saat lomba, dan pada jalur 1 maupun jalur 2 sangat berbahaya.

"Karena saran pendapat kami peserta tidak di tanggapi, dari pada bahaya, kami mengundurkan diri dari lomba," ujarnya.

Balapan perahu ces ini memerlukan kecepatan tinggi, namun halangan sampah yang ada di arena balap menjadi kendala bagi pembalap perahu ces sehingga terkesan bukan balapan lagi, namun arena offroad perahu ces.

Junaidi salah saru korlap alalak perahu ces menuturkan, insiden yang terjadi di arena balap seperti yang di alami abdul hair mengalami kendala perahu bocor pada saat balapan, di karenakan menabrak sampah kayu besar di arena balap perahu ces.

Ia menambahkan, salah satu peserta yang kami kirimkan mengalami hilang roda pada saat balapan larut terombang ambing, hingga lepasan tanpa ada dari panitia yang evakuasi.

"Beruntung kami bawa perahu sendiri hingga sempat kami jemput tarik perahu peserta lomba," ujar Junaidi.

Junai menyayangkan sikap panitia yang sangat lambat dalam bertindak, dan panitia baru menyadari dan memindah tempat finis setelah 1/8 final pada sore hari sekitar jam 4.

"Sementara sekitar 80% peserta sudah terlanjur mengundurkan diri pagi hari. Sedangkan peserta yang bertahan adalah dari marabahan dan peserta yang sudah tidak ada ongkos untuk pulang karena jauh pulangnya," pungkasnya. (hru/jp).

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes