BREAKING NEWS
https://picasion.com/

Rabu, 30 Maret 2022

DPUPR Gelar Sidang Komisi Irigasi 1 2022

MARABAHAN- Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Pemkab Batola) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) menyelenggarakan Sidang Komisi Irigasi 1 tahun 2022 di Aula Dinas PUPR Batola, Selasa (29/03/2022).

Kegiatan yang dibuka Bupati Hj Noormiliyani AS diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Kuala (Sekdakab Batola) H Zulkipli Yadi Noor secara daring ini melibatkan nara sumber dari BMKG kelas 1 Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Dinas Pertanian TPH Batola serta Kepala Dinas PUPR Batola selaku Ketua Harian Komisi Irigasi Batola.

Sidang Irigasi yang mengambil tema “Dampak Perkebunan Kegiatan Sawit Terhadap Sistem Irigasi di Kabupaten Barito Kuala” ini diikuti seluruh anggota Komisi Irigasi Batola, Sekretaris Komisi Irigasi Batola, Perwakilan Komisi Irigasi Provinsi Kalsel, Kepala BPP seluruh kecamatan se-Batola, Konsultan ISAI Regional 5 Kalimantan, dan undangan lainnya.

Bupati Batola Hj Noormiliyani AS melalui Sekdakab Batola H Zulkipli Yadi Noor dalam sambutannya secara daring menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan.

Ia mengharapkan dari sidang komisi irigasi ini membawa manfaat terhadap kegiatan pertanian terutama terhadap peningkatan produktivitas.

Terlebih, dalam kondisi iklim yang tidak menentu seperti sekarang serta seringnya dilanda banjir, sebut Zulkipli, sidang ini dinilai sangat strategis agar keberadaan irigasi bisa memberi solusi pemecahan persoalan pertanian sehingga terjadinya banjir tidak begitu terdampak atas produktivitas guna mempertahankan Batola sebagai lumbung pangannya Kalsel.

Pria yang pernah menjabat Kadis Pertanian TPH Batola itu menambahkan, pemerintah telah merencanakan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kaltim yang menjadikan Kalsel nantinya pintu gerbang dan Batola sebagai penyuplai terbesar kebutuhan pangannya.

Kendati dalam tema membahas perkebunan sawit terhadap sistem irigasi, namun menurut Kadis yang akrap disapa pak Zul ini menyatakan, pada intinya nantinya tetap kepada pemaksimalan pertanian dan peningkatan produktivitas.

Zulkipli juga berpesan agar kegiatan yang digelar bisa dilakukan evaluasi terkait manfaatnya sehingga tidak menjadi rutinitas semata namun benar-benar memberi manfaat dalam rangka memaksimalkan kualitas serta pencapaian produktivitas.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana Khairul Raji ST mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi kinerja komisi irigasi di Kalsel menunjukan rata-rata dalam klasifikasi baik namun terdapat beberapa catatan yang perlu ditingkatkan.

"Kami berharap dengan adanya komisi irigasi dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat petani,” papar Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Batola ini. (prkpmd/jp).

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes