BREAKING NEWS
https://picasion.com/

Minggu, 25 September 2022

Gubernur Kalsel Resmikan Wisata Udara Paralayang dan Gantole Tahura Sultan Adam

MANDIANGIN- Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor atau yang akrab disapa Paman Birin meresmikan wisata terbaru di Kalimantan Selatan yaitu Paralayang dan Gantole Tahura Sultan Adam, Sabtu (25/9).

Peresmian sekaligus Launching Paralayang dan Gantole tersebut berlokasi di kawasan Bukit Batu Besar dalam kawasan Destinasi Tahura Sultan Adam Mandiangin. 

Wisata Paralayang dan Gantole tersebut dikelola Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan bersama Tahura Sultan Adam bekerjasama dengan Komunitas Paralayang Merapi Wasaka. 

Launching Wisata Paralayang dan Gantole ini merupakan inovasi Provinsi Kalimantan Selatan dalam mengembangkan pariwisata di Kalimantan Selatan serta dapat membantu sektor ekonomi di Kalimantan Selatan.

Kegiatan peresmian Wisata Udara Paralayang dan Gantole Tahura Sultan Adam tersebut diawali dengan penanaman bibit pohon Mahoni secara simbolis oleh Gubernur Kalimantan Selatan bersama para Pejabat pimpinan tinggi pratama dilingkup Provinsi Kalimantan serta Forkopimda yang dilaksanakan di area Lokasi Take off Paralayang dan Gantole dan berada di Bukit Batu Besar dalam kawasan Destinasi Tahura Sultan Adam Mandiangin sebagai bentuk dukungan dalam upaya peningkatan tutupan lahan dan merupakan bagian pelaksanaan Program Gubernur Kalsel yang tertuang dalam Perda Prov Kalsel nomor tujuh tahun dua ribu delapan belas tentang Gerakan Revolusi Hijau.

Kegiatan ini secara resmi dibuka Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor atau yang akrab disapa Paman Birin, dan turut hadir pada pembukaan ini para Pejabat pimpinan tinggi pratama dilingkup Provinsi Kalimantan Selatan dan Forkopimda, serta tamu undangan lainnya

Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, menyampaikan bahwa setelah wisata udara Paralayang dan Gantole di Tahura Sultan Adam ini diresmikan animo pengunjung akan bertambah dan dapat membantu sektor ekonomi di Kalimantan Selatan.

"Hari ini kita ingin terjadinya transpormasi dari sumber daya alam yang tidak terbarukan ke sumber daya alam terbarukan yakni dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan juga pariwisata. Itulah kenapa Provinsi Kalimantan Selatan menciptakan Tahura Sultan Adam Mandiangin, kita ingin mentranspormasi sumber daya alam yang tidak terbarukan (salah satunya seperti batu bara) ke sumber daya alam terbarukan untuk nantinya anak cucu kita. Bagaimana cara dan gaungnya yaitu dengan Revolusi Hijau dan pengembangan pariwisata. Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim peresmian spot udara Paralayang & Gantole di Tahura Sultan Adam saya nyatakan resmi dibuka,” kata Sahbirin Noor.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Fathimatuzzahra menyampaikan, bahwa Tahura Sultan Adam adalah merupakan salah satu Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan. 

Saat ini kata Kadishut, Tahura Sultan Adam juga ditetapkan sebagai salah satu Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang mengharuskan Tahura Sultan Adam melakukan inovasi untuk mencari sumber pendapatan baru dalam pemenuhan target pendapatannya. 

"Pada tahun 2022 Tahura SA di targetkan untuk berkontribusi terhadap sektor pendapatan di Provinsi Kalimantan Selatan sebesar Rp3 milyar dan alhamdulillah sampai hari ini pada bulan September 2022 sudah tercapai realisasi diangka Rp2,9 milyar, sehingga kami optimis dengan dukungan Gubernur Kalsel untuk sampai akhir tahun nanti bahwa Tahura SA akan melebihi target pendapatan yang sudah ditetapkan," katanya.

Lanjutnya, pada tahun 2023 pihaknya akan menargetkan untuk meningkatkan target pendapatan sebesar Rp5 milyar dan selanjutnya menuju Rp10 milyar. 

"Selain menjadi potensi wisata, Tahura Sultan Adam juga mempunyai potensi cadangan karbon yang cukup besar dan berkontribusi terhadap perbaikan kualitas lingkungan dalam rangka FOLU Net Sink 2030 dan sangat membanggakan itu melalui Program Revolusi Hijau Gubernur Kalsel bahwa Tahura SA menjadi lokasi penanaman Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai terbesar di Indonesia. Salah satu penanaman yang paling besar dari 33.000 Hektar yang tertanam di Kalimantan Selatan 24.000 Hektarnya berada di Tahura Sultan Adam,” kata Fathimatuzzahra. 

Fathimatuzzahra menyampaikan, bahwa wisata udara Paralayang dan gantole di Tahura Sultan Adam diharapkan akan menjadi salah satu atraksi baru yang unik dan menantang uji nyali untuk menarik pengunjung berwisata ke Tahura Sultan Adam. 

"Pengembangan Spot wisata ini sudah melalui kajian, sehingga wisata ini dinyatakan aman dan nyaman untuk dikembangkan dengan mengikuti SOP yang sudah disusun konsultan sebagai salah satu kajian yang telah dilakukan," ujarnya.

Menurutnya, dalam operasionalnya Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan bekerjasama dengan operator Paralayang Merapi Wasaka sebagai salah satu komunitas paralayang dibawah naungan FASI Kalimantan Selatan yang akan dituangkan dalam MOU dan surat perjanjian kerjasama. 

"Dukungan dari FASI Kalimantan Selatan juga sangat menggembirakan karena spot udara ini selain dimanfaatkan sebagai objek wisata baru juga dimanfaatkan sebagai pengembangan dan pembinaan bagi atlit-atlit paralayang dan gantole di Kalimantan Selatan. Selain wisata Paralayang dan Gantole ini dijadikan tempat pembinaan dan pelatihan, nantinya kami harapkan juga menjadi objek instagramable yang akan meningkatkan kunjungan wisata di Provinsi Kalimantan Selatan,” pungkas ‘Aya sapaan Akrab Fathimatuzzahra.
 
Dalam kegiatan tersebut juga diadakan Penandatangan MoU antara Kepala Dinas Kehutanan Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan dengan Operator terbang dari komunitas Paralayang Merapi Wasaka dan penekanan sirine oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Provinsi Kalimantan Selatan Raudatul Jannah Sahbirin Noor didampingi para Pejabat pimpinan tinggi pratama dilingkup Provinsi Kalimantan tanda wisata udara Paralayang dan Gantole Tahura Sultan Adam resmi dibuka. (dsht/jp).

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes