BREAKING NEWS

Jumat, 24 November 2023

Dinas Ketahan Pangan Mura Serahkan Bantuan Dana Bapak Bunda Asuh Anak Stunting

PURUK CAHU- Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Murung Raya, Yulianus yang diwakili oleh Sekdis DKP Mura Indah Pahrianoor menyerahkan bantuan dana Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS).

Bantuan tersebut secara simbolis diterima langsung oleh Ketua Tim Sekretariat Pelaksana BAAS Kabupaten Mura, Sholihatul Amaliah didampingi Febriana di kantor Dinas P3A DALDUK-KB Mura, Kamis(23/11).

Dijelaskan Sholihatul, percepatan penurunan stunting dibutuhkan keterlibatan semua pihak dan salah satunya adalah dengan program Bapak Asuh Anak Stunting. Menurutnya, hal itu sebagai gerakan gotong royong dari seluruh elemen dalam mempercepat penurunan stunting dan menyasar langsung keluarga yang mempunyai anak beresiko stunting.

Dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan produktif perlu upaya penurunan stunting secara holistik, integratif dan berkualitas. Melalui koordinasi sinergi dan sinkronisasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa dan pemangku kepentingan," jelas Sholihatul.

Dia berharap,dengan adanya program orang tua asuh ini, anak stunting nantinya dapat memperoleh perhatian dari orang tua asuh, guna meningkatkan gizi dan kesehatan serta kendala lainnya.

"Sehingga anak-anak sasaran ini nantinya dapat menjadi sehat dan terbebas dari stunting," jelasnya.

Sementara itu, Sekdis DKP Mura, Indah Pahrianoor mengatakan, b antuan dana Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting ini merupakan wujud nyata bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap stunting.

Menururnya, pencegahan stunting menjadi tugas bersama karena menjadi persoalan serius secara nasional. Bahkan Presiden menekankan hal ini kepada setiap daerah.

"Oleh karena itu, kita harus berkomitmen secara moral, untuk menurunkan angka stunting," kata Indah Pahrianoor.

Dijelaskannya, ada tiga orang anak stunting di Desa Tumbang Masao yang menjadi program BAAS Dinas Ketahanan Pangan Mura.

Ia menyebutkan, bahwa bantuan uang tersebut tidak diserahkan langsung kepada orang tua anak stunting. Namun, diberikan melalui kader pendamping keluarga yang akan dibelanjakan makanan untuk pemenuhan gizi anak selama tiga bulan ke depan, sehingga kondisi anak akan terus terpantau.

"Bantuan dalam bentuk makan ini lebih tepat sasaran pemanfaatannya," ucapnya. 

Ia berharap, kolaborasi seperti ini akan semakin banyak yang merespon, sehingga penanganan stunting lebih cepat teratasi. (maya/jp). 

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes