BREAKING NEWS

Senin, 25 Maret 2024

Paman Birin Sholawatan dan Tausyiah Rutin Penuh Keberkahan di Bulan Suci Ramadan

BANJAR- Suasana penuh keberkahan menyelimuti Bumi Shalawat Alam Roh 88 Desa Kiram, Kabupaten Banjar pada Senin (25/3) malam.

Kali ini, acara rutin bulanan yang digelar oleh Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor atau Paman Birin, memiliki nuansa yang lebih istimewa karena dihelat di tengah bulan suci Ramadhan.

Kegiatan tersebut diikuti oleh para santri serta Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemprov Kalsel, serta warga sekitar kawasan Kiram maupun yang datang dari berbagai daerah di Kalsel.

Keberkahan acara diawali dengan berbuka puasa bersama, dilanjutkan dengan pelaksanaan shalat Maghrib dan Isya serta shalat tarawih berjamaah.

Suasana semakin khidmat dengan pembacaan Syair Maulid dan lantunan ayat suci Al-Quran.

Dalam sambutannya, Paman Birin mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan acara ini.

Ia berharap dengan acara ini, semua mendapatkan keberkahan dibulan suci ramadan.

"Semoga dengan kegiatan ini, kita semua mendapatkan limpahan rahmat dan keberkahan dari Allah SWT di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini,” ujar Paman Birin.

Lebih dari sekadar kegiatan rutin, Sholawatan dan Tausyiah ini menjadi momen istimewa bagi Paman Birin dan masyarakat Kalsel untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta merasakan atmosfer Ramadhan yang penuh berkah.

Sementara itu, Tausiah disampaikan oleh H Ahmad Sufian Al Banjari, yang menekankan pentingnya mengambil sebanyak mungkin keberkahan di bulan Ramadan.

Ia mengajak para hadirin untuk memaksimalkan ibadah, memperbanyak amal shalih, dan memohon ampunan dari Allah SWT.

"Bulan ramadan adalah kesempatan emas,” ujar Guru Sufian, “untuk meraih pahala berlipat ganda dan meraih ampunan dari segala dosa.”

Guru Sufian juga mengajak para hadirin untuk senantiasa memohon kepada Allah SWT agar bisa meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Husnul khotimah berarti meninggal dunia dalam keadaan muslim yang beriman.

Dengan memaksimalkan ibadah dan memohon ampunan di bulan Ramadan, diharapkan para hadirin dapat meraih akhir kehidupan yang baik dan diridhoi Allah SWT.

Acara kemudian ditutup dengan pembacaan tahlil oleh dan doa yang dibacakan oleh Pimpinan Majelis Dzikir Ihya Ulumuddin Gambut, Habib Ali bin Abdullah Alaydrus.

Tampak hadir pada acara tersebut Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK, Para Habaib, ulama dan sejumlah Kepala SKPD di Lingkungan Provinsi Kalsel serta H Sandi Fitrian Noor, tokoh pemuda Banua yang sekaligus putra Paman Birin. (rfq/mah/jp). 

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes