MARABAHAN- Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi desa dari akar rumput melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Tahun 2025. Kegiatan ini digelar oleh Dinas Koperasi sebagai langkah strategis membangun sumber daya manusia koperasi yang profesional, berdaya saing, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat desa.
Pelatihan yang mengusung tema “SDM dan Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas 2045”, ini dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Banjarmasin dan diikuti oleh 402 peserta dari 200 KDKMP se-Kabupaten Barito Kuala. Kegiatan berlangsung selama enam hari dan dibagi ke dalam dua gelombang dengan empat angkatan.
Gelombang pertama diikuti oleh 200 peserta pada 20–22, sementara gelombang kedua diikuti 202 peserta pada 23–25. Seluruh rangkaian pelatihan dibuka dan ditutup langsung oleh Bupati Barito Kuala, H Bahrul Ilmi, sebagai bentuk dukungan penuh pemerintah daerah terhadap penguatan koperasi desa.
Dalam arahannya, Bupati Bahrul Ilmi, menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih merupakan gagasan strategis Presiden Republik Indonesia yang dirancang untuk membangkitkan ekonomi masyarakat kecil agar tumbuh serentak dari desa dan kelurahan.
"Ini bukan sekadar program, tetapi gerakan nasional. Karena itu kita harus satu komando untuk menghidupkan dan memperkuat KDKMP sebagai kekuatan ekonomi rakyat dari bawah,” tegas Bupati.
Ia menekankan bahwa peningkatan kapasitas pengurus koperasi menjadi kunci agar KDKMP mampu berperan sebagai motor penggerak ekonomi desa, pusat pengembangan usaha masyarakat, serta instrumen pemerataan pembangunan ekonomi nasional secara berkeadilan.
Bupati juga menyoroti pentingnya kolaborasi koperasi dengan UMKM, sehingga potensi ekonomi desa dapat dikelola secara terintegrasi dan berkelanjutan. Selain itu, penguatan ekonomi syariah dan kearifan lokal disebut sebagai arah pembangunan ekonomi daerah ke depan yang selaras dengan kebijakan nasional dan karakteristik masyarakat desa di Barito Kuala.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Barito Kuala, Hery Sasmita, menegaskan bahwa keberhasilan KDKMP sangat ditentukan oleh kualitas dan komitmen pengurusnya.
"Pengurus koperasi harus memiliki semangat untuk maju, mampu bekerja sama, dan memiliki rasa kepemilikan serta kecintaan terhadap desa atau kelurahannya. Dari situlah koperasi bisa tumbuh dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelatihan ini, para Business Assistant (BA) turut terlibat aktif mendampingi masing-masing KDKMP. Pendampingan dilakukan secara terarah di bawah koordinasi M. Riza dan Ana Herlini selaku Project Management Officer (PMO), guna memastikan materi pelatihan dapat diterapkan secara nyata di lapangan.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala berharap pengurus KDKMP memiliki kapasitas kelembagaan dan manajerial yang lebih kuat, sehingga koperasi benar-benar menjadi tulang punggung ekonomi desa dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. (dsk/ali/jp).















