TAMIANG LAYANG- Sebanyak 101 jemaah calon haji (JCH) Kabupaten Barito Timur mengikuti bimbingan manasik haji tingkat kabupaten dan kecamatan musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi yang dipusatkan di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Barito Timur, Kamis (12/2/2026).
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Barito Timur, H Ahmad Fauzi, menegaskan bahwa bimbingan manasik merupakan tahapan krusial dalam persiapan ibadah haji.
"Bimbingan manasik sangat penting untuk memberikan pemahaman dan simulasi teknis kepada jemaah agar mampu melaksanakan ibadah haji secara mandiri, aman, tertib, dan sesuai syariat,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Menurut H Ahmad Fauzi, manasik tingkat kabupaten dilaksanakan satu kali, sedangkan manasik tingkat kecamatan digelar empat kali dan dipusatkan secara terintegrasi di Kecamatan Dusun Timur. Selain itu, manasik tingkat nasional telah dilaksanakan secara daring pada Rabu (11/2/2026).
Dari total 103 peserta, sebanyak 101 orang merupakan jemaah asal Kabupaten Barito Timur. Sedangkan dua orang dari Palangka Raya.
Berdasarkan sebaran kecamatan, Dusun Timur tercatat paling banyak dengan 53 orang, disusul Dusun Tengah 36 orang, Pematang Karau 13 orang, Banua Lima lima orang, serta Patangkep Tutui dua orang.
Manasik tahun ini mengusung tema “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan” sebagai bentuk komitmen peningkatan kualitas layanan dan pembinaan jemaah, khususnya bagi kelompok rentan.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Tengah, H Hasan Basri, S.Ag., M.A.
Turut hadir Ketua PW IPHI Provinsi Kalimantan Tengah H Ridwan Syahrani, Kepala Kantor Kementerian Agama Barito Timur H Ahmadi, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Barito Timur Therisea Novianti, perwakilan Bank Syariah Indonesia (BSI), jajaran Kemenhaj Barito Timur, serta tamu undangan lainnya.
Pelaksanaan manasik mengacu pada Surat Keputusan Kepala Kantor Kemenhaj Barito Timur tentang Pengangkatan Panitia Manasik Haji Tahun 1447 H/2026 M. Pembiayaan kegiatan bersumber dari Biaya Operasional Haji (BIOPSI) Tahun 2026 serta dukungan pihak ketiga yang tidak mengikat, di antaranya BSI Cabang Tanjung dan Amitra Cabang Tanjung.
Melalui kegiatan ini, Fauzi berharap seluruh jemaah calon haji dapat mengikuti rangkaian pembinaan dengan serius, sehingga mampu menjalankan ibadah secara lancar dan meraih predikat haji mabrur. (zi/jp).














