KANDANGAN- Bupati Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), H Syafrudin Noor, menegaskan pentingnya pendampingan dan evaluasi pembangunan daerah sebagai langkah strategis untuk memastikan arah kebijakan tetap selaras dengan target yang telah ditetapkan.
Penegasan tersebut disampaikannya dalam kegiatan Pendampingan dan Evaluasi Pembangunan Daerah di Aula Ramu, Sekretariat Daerah HSS, Selasa (24/2/2026).
Kegiatan itu dihadiri Tim Pakar TPPEPD, para Asisten Setda Kabupaten HSS, Staf Ahli, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta perwakilan PT BPR Kabupaten HSS.
Dalam arahannya, Bupati H Syafrudin Noor menekankan bahwa pendampingan dan evaluasi bukan sekadar agenda administratif, melainkan momentum untuk mengukur capaian program serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi di lapangan.
"Evaluasi ini menjadi tolok ukur apakah pembangunan yang kita jalankan sudah berada di jalur yang tepat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Bupati menjelaskan, fokus pendampingan dan evaluasi diarahkan pada tiga misi utama pembangunan daerah.
Pertama, pengembangan infrastruktur perdesaan dan penataan kawasan perkotaan. Ia menilai infrastruktur tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan fisik, tetapi juga mencakup peningkatan akses, konektivitas, dan pemerataan layanan.
"Desa harus maju, kota harus tertata, dan keduanya saling mendukung dalam satu kesatuan pembangunan daerah,” katanya.
Kedua, peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis sektor pertanian, perkebunan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Menurutnya, HSS memiliki potensi besar di sektor-sektor tersebut. Tantangan ke depan adalah mengelola potensi secara terintegrasi dan berkelanjutan agar mampu menciptakan nilai tambah dan membuka lapangan kerja.
Ketiga, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan bermutu dan layanan kesehatan yang merata. Bupati menegaskan, pembangunan yang berkelanjutan harus berorientasi pada peningkatan kualitas manusia sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan daerah.
Bupati berharap, seluruh organisasi perangkat daerah bersikap terbuka dan objektif dalam proses evaluasi, serta siap melakukan perbaikan program.
Ia menegaskan, hasil pendampingan harus menjadi dasar penyempurnaan kebijakan agar pembangunan di HSS semakin efektif, terarah, dan berdampak langsung bagi masyarakat. (ari/jp).










