KUALA KAPUAS- Tim Resmob Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kapuas bersama Polsek Kapuas Kuala berhasil mengungkap kasus pencurian handphone yang terjadi di Desa Baranggau, Kecamatan Kapuas Kuala, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.
Pelaku berinisial AM (19) diamankan petugas pada Kamis, 19 Februari 2026 sekitar pukul 17.00 WIB di Jalan Kelapa Muda, Desa Lupak Dalam, Kecamatan Kapuas Kuala, setelah dilakukan serangkaian penyelidikan intensif.
Peristiwa pencurian terjadi pada Sabtu, 10 Januari 2026. Korban, Fahruzzi (33), seorang petani warga Desa Baranggau, sekitar pukul 08.00 WIB meletakkan satu unit handphone Realme C53 warna hitam di atas kasur kamar rumahnya.
Sekitar pukul 10.00 WIB, korban meninggalkan rumah untuk menghadiri peringatan Isra Mi’raj di masjid yang tidak jauh dari kediamannya. Rumah dalam keadaan kosong.
Namun sekitar pukul 15.00 WIB, saat kembali dan hendak menggunakan ponselnya, korban mendapati barang tersebut telah hilang. Diduga pelaku masuk melalui pintu dapur yang tidak terkunci saat rumah ditinggalkan.
Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp2 juta dan melaporkannya ke Polsek Kapuas Kuala.
Berdasarkan laporan itu, Tim Resmob Satreskrim Polres Kapuas melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri keberadaan barang bukti. Hasilnya, petugas berhasil mengidentifikasi dan mengamankan terduga pelaku AM.
Dari tangan AM, polisi menyita barang bukti berupa 1 unit handphone Realme C53 warna hitam; 1 kotak handphone warna kuning; dan 1 lembar nota pembelian.
Kapolres Kapuas, AKBP Gede Eka Yudharma, melalui Kasat Reskrim AKP Rizki Atmaka Rahadi, menegaskan bahwa pelaku saat ini telah ditahan dan menjalani proses penyidikan lebih lanjut.
"Pelaku dijerat Pasal 476 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang tindak pidana pencurian," kata AKP Rizki, Minggu (22/2/2026).
Selain kasus ini, ujar AKP Rizki, AM juga diduga terlibat dalam aksi pembongkaran warung di wilayah Lupak Kapuas Kuala serta pencurian handphone merek Vivo.
"Saat ini kami masih mendalami kemungkinan adanya korban lain," jelasnya. (fah/jp).










