BREAKING NEWS

Kamis, 19 Februari 2026

Wali Kota Banjarmasin Launching 1.582 Agen 3R

BANJARMASIN- Dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, Pemerintah Kota Banjarmasin resmi meluncurkan program Agen 3R (Reduce, Reuse, Recycle), Kamis (19/2/2026) sore, di Aula Kayuh Baimbai. 

Kegiatan yang digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin ini dihadiri seluruh camat dan lurah se-Kota Banjarmasin, perwakilan RT, perwakilan Agen 3R, serta kader Rumah Pilah.

Launching secara resmi dilakukan Wali Kota HM. Yamin HR. 

Dalam sambutannya HM. Yamin, terlebih dahulu menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa 2026 serta permohonan maaf kepada seluruh hadirin.

Wali Kota menegaskan, bahwa tema kolaborasi untuk Indonesia asri sangat relevan dengan Banjarmasin yang dikenal sebagai Kota Seribu Sungai. Menurutnya, peluncuran 1.582 Agen 3R se-Kota Banjarmasin ini merupakan langkah strategis sebagai gerakan perubahan di tengah masyarakat.

"Launching ini bukan sekadar seremoni, tetapi pergerakan perubahan di tengah masyarakat kita.  Kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, kuncinya adalah kolaborasi,” ujarnya.

Ia berharap, para agen yang telah dikukuhkan dapat menjalankan amanah dengan baik serta menjadi pelopor di lingkungan masing-masing. 

Wali Kota juga menekankan pentingnya sosialisasi pengurangan penggunaan sampah plastik, pemilahan, dan pengolahan sampah dari rumah tangga.

"Sebanyak 1.582 Agen 3R di Kota Banjarmasin harus didukung seluruh stakeholder terkait. Tantangan terbesar kita adalah mengubah kebiasaan masyarakat, terutama yang tinggal di tepian sungai. Agen 3R, Rumah Pilah, dan bank sampah menjadi fokus DLH agar dapat bekerja maksimal,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota Banjarmasin, Dwi Nanik, menyampaikan bahwa program tersebut terinspirasi dari sistem pengelolaan sampah di Jepang. 

Ia menjelaskan, bahwa sekitar 50 persen sampah di Banjarmasin merupakan sampah organik.

"Di Jepang, sampah organik tidak lagi masuk ke truk pengangkut karena diselesaikan di tingkat rumah tangga,” jelasnya.

Ia menambahkan, upaya bersama diperlukan untuk mengurangi setidaknya 50 persen sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Terlebih, pada 2027 mendatang Pemerintah Provinsi berencana tidak lagi menerima sampah dari Banjarmasin, sehingga diperlukan solusi konkret sejak sekarang.

"Kalau masyarakat tidak mau berubah, kita akan menghadapi persoalan yang sama terus-menerus. Karena itu, mari kita pecahkan bersama,” pungkasnya.

Melalui launching Agen 3R ini, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat, sekaligus mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (prkm/ali/jp). 

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes