Rapat tersebut dipimpin oleh Bupati Barito Timur, M. Yamin, dan diikuti jajaran pemerintah daerah, termasuk asisten, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Wakil Ketua DPRD Bartim, pihak BUMDes, serta Inspektorat Kabupaten Barito Timur. Turut hadir perwakilan Pertamina dan Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri.
Nursulistio menjelaskan, rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya, termasuk peninjauan lapangan yang dilakukan tim gabungan Pertamina dan Inspektorat Jenderal Kemendagri pada Kamis (23/4/2026).
"Tim telah meninjau langsung dua BUMDes di Barito Timur yang menjalin kemitraan dengan Pertamina,” ujarnya kepada wartawan ini melalui sambungan via whatsapp, Sabtu (25/4/2026).
Menurut dia, pembahasan difokuskan pada evaluasi kerja sama yang telah berjalan selama enam tahun. Namun, karena keterbatasan waktu, proses evaluasi belum rampung dan akan dilanjutkan melalui audit.
Nur menambahkan, bahwa Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Inspektorat dijadwalkan melakukan audit menyeluruh terhadap pelaksanaan kerja sama tersebut.
"Audit ini bertujuan menilai efektivitas, transparansi, serta kepatuhan dalam kemitraan antara BUMDes dan Pertamina," jelas Nursulistio.
Sejauh ini, terdapat dua desa di Barito Timur yang diketahui memiliki kontrak kerja sama strategis dengan Pertamina melalui unit usaha desa. (zi/jp).




