TANJUNG- Upaya Pemerintah Kabupaten Tabalong menghidupkan Pasar Agribisnis di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Haruai, masih menghadapi berbagai kendala. Akibat minimnya aktivitas perdagangan, pasar tersebut untuk sementara dialihfungsikan menjadi rest area.
Pasar agribisnis yang dibangun pada 2021 dengan anggaran sekitar Rp5 miliar itu semula diproyeksikan sebagai pusat perdagangan hasil pertanian dan hortikultura, sekaligus tempat berkumpulnya petani dan pengepul di wilayah utara Tabalong.
Namun hingga kini, fungsi tersebut belum berjalan optimal. Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Tabalong, Soleh, mengatakan kendala utama terletak pada belum terpusatnya pedagang dan pengepul sayur yang berasal dari berbagai daerah, seperti Barabai, Amuntai, hingga Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.
"Kesulitannya mengumpulkan pedagang dan pengepul karena belum tersentralisasi. Mereka datang dari berbagai daerah,” ujar Soleh, Senin (20/4/2026).
Untuk mencegah fasilitas terbengkalai dan berpotensi disalahgunakan, pemerintah daerah mengambil langkah sementara dengan mengalihfungsikan kawasan tersebut menjadi rest area. DKUKMPP juga telah menjalin komunikasi dengan pihak swasta yang bersedia mengelola lokasi tersebut.
Menurut Soleh, jika aktivitas perdagangan mulai berkembang, pemerintah tetap membuka peluang untuk mengaktifkan kembali fungsi pasar agribisnis. Area belakang yang masih kosong disiapkan sebagai lokasi aktivitas perdagangan di masa mendatang.
Saat ini, pemerintah daerah mulai melakukan sejumlah pembenahan, termasuk perbaikan fasilitas dan pembersihan lingkungan sekitar. Rest area tersebut ditargetkan dapat segera beroperasi dalam waktu dekat, sembari pemerintah terus mencari solusi agar pasar agribisnis dapat difungsikan sesuai rencana awal. (fah/jp).










