PURUK CAHU- Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura) mendorong optimalisasi pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan alat mesin pertanian (alsintan) guna memperluas lahan tanam dan meningkatkan produksi jagung di daerah.
Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) yang dihadiri Asisten III Setda Mura, Andri Raya, mewakili Bupati, bersama Wakapolres Mura, Kompol Wibowo, Badan Pusat Statistik (BPS), perwakilan perbankan Himbara, Perum Bulog, para kapolsek, serta kelompok tani, Kamis (2/4/2026).
Dalam rakor, pihak perbankan memaparkan berbagai skema penyaluran KUR yang dapat dimanfaatkan petani, baik untuk tambahan modal usaha maupun pengadaan alsintan guna mendukung produktivitas pertanian.
Andri Raya menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan produksi jagung sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
"Sinergi antara pemerintah, perbankan, dan petani menjadi kunci untuk mendorong peningkatan produksi jagung di Murung Raya,” ujarnya.
Sejumlah kelompok tani menyampaikan aspirasi, terutama terkait kebutuhan alsintan, khususnya alat pengolahan tanah. Kelompok Tani Danau Usung, misalnya, mengharapkan dukungan mesin pertanian untuk meningkatkan produktivitas lahan. Mereka juga menyoroti perlunya peningkatan peran aktif penyuluh pertanian di lapangan.
Sementara itu, Perum Bulog menyatakan kesiapan menyerap hasil panen jagung petani tanpa batas jumlah, dengan syarat kadar air maksimal 14 persen.
Di sisi lain, Wakapolres Mura, Kompol Wibowo mengimbau jajaran kapolsek dan Babinsa agar aktif mendampingi penyuluh serta kelompok tani dalam pengembangan komoditas jagung. (dsk/maya/jp).
















