BREAKING NEWS

Kamis, 30 April 2026

Tim PORA Ungkap Skema Kerja Sama Perusahaan di Lokasi TKA Sumber Garunggung

TAMIANG LAYANG- Tim Terpadu Pemantauan Orang Asing (PORA) mengungkap pola kerja sama sejumlah perusahaan yang beroperasi di Desa Sumber Garunggung, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, dalam inspeksi lapangan terkait keberadaan tenaga kerja asing (TKA).

Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Kesbangpol Barito Timur, Erwin Nazwar Raharjo, menyebutkan terdapat dua perusahaan utama yang terlibat dalam aktivitas di lokasi tersebut.

"PT Sheng Yuan bertindak sebagai kontraktor yang bekerja sama dengan PT Padang Mulia selaku pemegang izin usaha pertambangan, sedangkan PT Yon Heng berperan sebagai subkontraktor,” ujarnya di Tamiang Layang, Kamis (30/4/2026).

Ia menjelaskan, PT Yon Heng juga bekerja sama dengan perusahaan lokal, PT Pitu Jaya Mandiri (PJM), khususnya dalam pengelolaan dan rencana rekrutmen tenaga kerja melalui sistem alih daya (outsourcing). Perusahaan tersebut dipimpin oleh Ariantho S. Muller.

Menurut Erwin, kerja sama itu bertujuan mendukung kebutuhan tenaga kerja di lapangan, termasuk pengelolaan tenaga kerja lokal.

Sebelumnya, Tim PORA bersama Kesbangpol Barito Timur melakukan inspeksi lapangan pada Selasa (28/4/2026), melibatkan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Perindustrian, BIN Daerah, TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan desa, serta lembaga adat.

Dalam pemeriksaan di area operasional PT Sheng Yuan dan PT Yon Heng, tim menemukan dua tenaga kerja asing yang menjabat sebagai Head Officer di PT Yon Heng. Namun, keduanya tidak berdomisili di Barito Timur dan saat ini berada di Jakarta untuk keperluan pemantauan.

Selain itu, sebanyak 15 tenaga ahli asing sempat berada di lokasi untuk kegiatan survei dan pengecekan peralatan. Mereka telah kembali ke negara asal pada 25 April 2026 dan dijadwalkan kembali saat operasional dimulai.

Perusahaan memastikan dua TKA yang tercatat dalam struktur organisasi PT Yon Heng telah mengantongi visa sesuai ketentuan.

Sementara itu, Direktur Utama PT PJM, Ariantho S. Muller, menyatakan perusahaan belum melakukan aktivitas operasional penuh sehingga belum membuka perekrutan tenaga kerja.

"Belum ada perekrutan karena operasional belum berjalan. Ke depan, kami akan memprioritaskan tenaga kerja lokal, khususnya masyarakat di wilayah ring satu. TKA hanya akan digunakan sebagai tenaga ahli atau pelatih jika diperlukan,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses rekrutmen ke depan akan dikoordinasikan dengan instansi terkait, termasuk Dinas Tenaga Kerja, untuk memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai aturan.

"Kami akan berkoordinasi dengan Disnaker sebelum melakukan seleksi tenaga kerja,” katanya. (zi/jp).

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes