TAMIANG LAYANG- Pemerintah Kabupaten Barito Timur mulai membangun Zona Integritas secara bertahap dengan menetapkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai percontohan, yakni RSUD, Inspektorat, dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Pencanangan ini dipimpin Bupati Barito Timur, M. Yamin, didampingi Sekretaris Daerah Misnohartaku, serta dihadiri Ketua DPRD Nursulistio, jajaran kepala OPD, dan para camat.
Bupati Yamin mengatakan, penetapan unit percontohan merupakan strategi awal untuk memastikan implementasi Zona Integritas berjalan efektif sebelum diterapkan secara menyeluruh di seluruh OPD.
"Untuk tahap awal, kita fokuskan di rumah sakit, inspektorat, dan pelayanan terpadu sebagai uji coba sebelum diperluas,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, pendekatan bertahap diperlukan agar pelaksanaan program benar-benar optimal dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Ia menegaskan, meski baru beberapa OPD yang ditetapkan sebagai pilot project, seluruh perangkat daerah pada prinsipnya telah mulai menerapkan nilai-nilai integritas.
"Ke depan akan kita kembangkan ke dinas lain. Sebenarnya semua sudah berjalan, tetapi hari ini kita pertegas komitmennya,” katanya.
M. Yamin optimistis, melalui langkah tersebut Barito Timur dapat meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
"Kita upayakan harus tercapai, karena pelayanan publik yang bebas korupsi adalah kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Ia menekankan, pembangunan Zona Integritas bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan proses berkelanjutan dalam membangun birokrasi yang bersih, profesional, dan melayani.
Reformasi birokrasi, lanjutnya, harus dimulai dari unit kerja dengan memperkuat pengawasan internal, menerapkan manajemen risiko, serta mengoptimalkan sistem pengaduan masyarakat.
Selain itu, digitalisasi layanan dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas tata kelola pemerintahan.
"Zona integritas bukan tujuan akhir, tetapi proses berkelanjutan yang membutuhkan komitmen dan konsistensi bersama,” pungkasnya. (zi/jp).
















