KATINGAN- Aktivitas transportasi sungai di wilayah Mendawai, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, terancam terganggu apabila distribusi bahan bakar minyak (BBM) mengalami hambatan. Pasokan BBM dinilai menjadi kebutuhan vital bagi operasional taksi kapal yang melayani mobilitas masyarakat di daerah aliran sungai.
Sejumlah pelaku usaha taksi kapal berharap distribusi BBM tetap berjalan lancar agar aktivitas transportasi dan roda perekonomian masyarakat tidak terdampak.
Kuasa hukum P, AR Dian Putra Perwira, S.H., mengatakan persoalan distribusi BBM di wilayah sungai sebaiknya disikapi secara objektif dan tidak menimbulkan opini publik sebelum adanya kepastian hukum.
Ia juga mengapresiasi langkah Ditpolairud Polda Kalimantan Tengah yang dinilai profesional dalam menangani persoalan tersebut, termasuk memberikan ruang klarifikasi kepada kliennya.
"Pihak Ditpolairud hanya meminta keterangan dan mengamankan BBM untuk kepentingan klarifikasi. Klien kami bersikap kooperatif selama proses berlangsung dan saat ini persoalan tersebut telah selesai,” ujarnya, Jum'at (15/5/2026).
Menurut Dian, masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh informasi maupun opini yang berkembang tanpa disertai data dan penjelasan yang utuh.
Para pelaku usaha transportasi sungai menilai kelancaran distribusi BBM sangat penting untuk menjaga operasional taksi kapal tetap berjalan normal, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada jalur sungai sebagai sarana transportasi utama. (emca/jp).












