PALANGKA RAYA- Organisasi kemasyarakatan Dayak Patriot Nusantara menggagas pelaksanaan Musyawarah Kapakat Dayak Hai Berkah Rakyat Dayak Kalimantan Tengah Tahun 2026 sebagai forum konsolidasi dan penyerapan aspirasi masyarakat Dayak. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung di Palangka Raya pada 15–16 September 2026 itu diharapkan mampu menghidupkan kembali semangat persatuan, perdamaian, dan kebersamaan yang diwariskan melalui Rapat Besar Tumbang Anoi 1894.
Ketua Dayak Patriot Nusantara, Gadjonedy Simpei, mengatakan musyawarah tersebut akan menjadi ruang bersama bagi masyarakat Dayak untuk membahas berbagai persoalan strategis yang dihadapi Kalimantan Tengah saat ini.
"Kami ingin membangun kembali spirit dan roh Tumbang Anoi, yakni semangat persatuan, perdamaian, dan kebersamaan masyarakat Dayak dalam menghadapi berbagai persoalan yang terjadi saat ini," ujar Gadjonedy saat menyampaikan pidato dalam agenda Musyawarah Kapakat Dayak Hai Berkah, Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, Dayak Patriot Nusantara yang berdiri pada 23 September 2023 telah aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Organisasi tersebut juga terlibat dalam membantu penyelesaian sengketa melalui mekanisme peradilan adat, baik antarmasyarakat adat maupun antara masyarakat adat dengan perusahaan perkebunan dan pertambangan.
Gadjonedy menjelaskan, organisasi itu telah memperoleh status badan hukum berdasarkan Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia yang diterbitkan pada 13 Desember 2024. Organisasi tersebut berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Ia menilai, masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti menurunnya semangat kebersamaan, keterbatasan akses ekonomi dan lapangan pekerjaan, konflik agraria, serta persoalan penegakan hukum yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi rasa keadilan masyarakat adat.
Karena itu, kata dia, diperlukan forum yang mampu menghimpun berbagai aspirasi dan merumuskan rekomendasi bagi para pemangku kepentingan.
"Kami melihat perlu ada ruang bersama untuk mendengar, menerima, merumuskan, dan mencari solusi atas berbagai persoalan rakyat yang paling mendasar agar dapat menjadi rekomendasi bagi para pemangku kepentingan," katanya.
Gadjonedy menegaskan, semangat penyelenggaraan musyawarah tersebut berangkat dari nilai-nilai yang lahir dalam Rapat Besar Tumbang Anoi Tahun 1894, yang menjadi tonggak penting persatuan berbagai subetnis Dayak dan mengakhiri konflik antarkelompok melalui kesepakatan bersama.
Menurut dia, para leluhur Dayak telah mewariskan nilai perdamaian, penghormatan terhadap perbedaan, serta kehidupan bermasyarakat yang harmonis yang tetap relevan hingga saat ini.
Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, Dayak Patriot Nusantara mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, tokoh adat, akademisi, pelaku usaha, perusahaan daerah, perusahaan swasta, hingga masyarakat umum untuk berpartisipasi dan memberikan dukungan.
Sebagai pusat koordinasi, panitia telah membuka Posko Musyawarah Kapakat di Markas Besar Dayak Patriot Nusantara di Jalan Cik Ditiro Nomor 10, Palangka Raya.
Dalam waktu dekat, organisasi tersebut juga akan melakukan audiensi dengan Gubernur Kalimantan Tengah dan sejumlah pihak terkait guna menyampaikan rencana pelaksanaan musyawarah sekaligus menghimpun dukungan dari berbagai kalangan.
"Kami berharap Musyawarah Kapakat Dayak Hai Berkah dapat menjadi wadah bersama dalam merumuskan solusi dan rekomendasi yang bermanfaat bagi kemajuan masyarakat Dayak dan Kalimantan Tengah secara keseluruhan," ujar Gadjonedy. (emca/jp).














