BREAKING NEWS

Senin, 08 Juni 2026

Don Dasco Dinilai Layak Menjadi Mendagri, Bahkan Berpeluang Masuk Bursa Wapres

JAKARTA- Di tengah dinamika politik nasional dan menguatnya konsolidasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, nama Sufmi Dasco Ahmad semakin sering diperbincangkan sebagai salah satu figur sentral dalam konfigurasi kekuasaan nasional.

Perbincangan mengenai kemungkinan Dasco menempati posisi strategis di kabinet, termasuk Menteri Dalam Negeri, tidak muncul tanpa alasan. Di kalangan politik, ia dikenal sebagai salah satu tokoh yang memiliki pengaruh kuat dalam menjaga soliditas koalisi dan menghubungkan berbagai kepentingan politik di tingkat elite.

Meski demikian, jejak digital Dasco tidak sepenuhnya sepi dari berbagai tudingan dan spekulasi yang beredar di ruang publik. Namun hingga saat ini, berbagai dugaan tersebut belum pernah berujung pada proses hukum yang menetapkannya sebagai tersangka ataupun menghasilkan putusan pengadilan yang menyatakan dirinya bersalah.

Dalam politik Indonesia, rumor sering kali menjadi bagian dari dinamika perebutan pengaruh. Karena itu, tidak semua isu yang beredar dapat dijadikan dasar untuk menilai kapasitas maupun posisi politik seseorang.

Sebagai Ketua Harian Partai Gerindra, Dasco menempati posisi strategis dalam struktur partai. Ia tidak hanya berperan dalam pengambilan keputusan internal, tetapi juga menjadi salah satu penghubung utama antara partai, parlemen, dan pemerintahan.

Sejumlah pengamat menilai kekuatan politik Dasco lahir dari kemampuannya membangun komunikasi lintas kelompok, baik di lingkungan partai politik, parlemen, kalangan aktivis, maupun dunia usaha.

Dalam berbagai momentum politik penting, namanya kerap disebut sebagai salah satu figur yang berperan menjaga stabilitas hubungan antarpartai pendukung pemerintah.

Setidaknya terdapat sejumlah faktor yang membuat Dasco dinilai memiliki kapasitas untuk menduduki jabatan strategis di pemerintahan.

Pertama, pengalaman di bidang hukum. Sebagai anggota DPR yang pernah bertugas di Komisi III serta pernah menjadi pimpinan Mahkamah Kehormatan Dewan, Dasco memiliki jejaring luas di lingkungan penegak hukum dan institusi negara.

Kedua, penguasaan struktur partai. Posisinya sebagai Ketua Harian Gerindra membuatnya memiliki akses langsung terhadap mesin organisasi partai dari pusat hingga daerah.

Ketiga, jaringan aktivis dan kelompok masyarakat. Selama bertahun-tahun, Dasco dikenal aktif menjalin komunikasi dengan berbagai kelompok aktivis, organisasi kemasyarakatan, hingga elemen buruh.

Keempat, kedekatan dengan dunia usaha. Latar belakangnya di sektor bisnis memberikan nilai tambah dalam memahami hubungan antara kebijakan publik dan kepentingan ekonomi nasional.

Kelima, posisi strategis di DPR. Sebagai Wakil Ketua DPR RI, ia terlibat langsung dalam proses pembahasan dan pengawalan berbagai agenda strategis pemerintah.

Keenam, kemampuan membangun komunikasi dengan media. Dasco dikenal memiliki hubungan yang relatif baik dengan berbagai kalangan media dan pemangku kepentingan informasi publik.

Ketujuh, kaderisasi politik. Ia juga dinilai aktif mendorong regenerasi kepemimpinan melalui pembinaan kader muda yang dipersiapkan untuk menghadapi tantangan politik masa depan.

Dengan berbagai modal politik tersebut, muncul pandangan bahwa Dasco bukan hanya layak dipertimbangkan untuk jabatan Menteri Dalam Negeri, tetapi juga berpotensi masuk dalam bursa calon wakil presiden pada masa mendatang.

Penilaian tersebut tentu merupakan bagian dari dinamika politik yang terus berkembang dan akan sangat ditentukan oleh konfigurasi kekuatan nasional menjelang Pemilu 2029.

Namun satu hal yang sulit dibantah, dalam lanskap politik Indonesia saat ini, Sufmi Dasco Ahmad merupakan salah satu figur yang memiliki pengaruh signifikan dalam menjaga konsolidasi kekuatan politik pemerintahan dan koalisi pendukung Presiden Prabowo Subianto. (*/jp). 

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes