BANJAR- Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Habib Umar Hasan Alie Bahasyim, menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di Desa Sungai Musang RT. 01 dan RT. 02, Kabupaten Banjar, Selasa (2/6/2026). Kegiatan ini mendapat respons antusias dari warga yang hadir.
Dalam pemaparannya, Habib Umar, menegaskan bahwa kebijakan pemberdayaan masyarakat dan desa diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa, sehingga tidak bergantung pada bantuan pemerintah semata. Program tersebut dijalankan melalui sinergi Pemerintah Provinsi Kalsel, pemerintah pusat melalui Kementerian Desa, serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
"Kita mendukung program unggulan Pemprov Kalsel, yakni Satu Desa Satu Produk. Setiap desa didorong memiliki produk unggulan khas yang bernilai ekonomi, seperti madu kelulut, amplang, hingga sasirangan,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti Program Desa Mandiri Pangan yang difokuskan pada penguatan ketahanan pangan melalui dukungan kelompok tani, pengembangan lumbung pangan desa, serta penyediaan kebun bibit desa. Program ini dinilai penting untuk menjaga ketersediaan pangan lokal sekaligus memperkuat cadangan pangan masyarakat.
Habib Umar juga menekankan peran strategis BUMDes dalam menggerakkan ekonomi desa. Menurutnya, BUMDes perlu terus diperkuat melalui pelatihan dan dukungan permodalan agar mampu mengelola potensi usaha seperti pariwisata, air bersih, simpan pinjam, hingga perdagangan desa.
"Jika BUMDes berkembang, maka Pendapatan Asli Desa (PADes) juga meningkat dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, ia menilai peran PKK dan Karang Taruna juga sangat penting dalam mendorong ekonomi kerakyatan melalui pelatihan usaha mikro, pengolahan pangan, hingga pengelolaan bank sampah. Potensi kaum ibu, khususnya dalam pengolahan hasil perikanan seperti ikan gabus dan amplang, disebut memiliki nilai ekonomi tinggi.
Selain penguatan ekonomi, ia juga menyoroti transformasi desa menuju era digital, termasuk pemanfaatan teknologi untuk pelayanan administrasi dan pemasaran produk unggulan secara daring. Sejumlah desa di Kalsel, termasuk di Kabupaten Banjar, mulai mengarah ke pengembangan desa digital.
Habib Umar menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat harus berbasis potensi lokal dan kearifan desa, terutama sektor perikanan yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan di wilayah Kabupaten Banjar.
"Harapannya masyarakat desa memiliki keterampilan, akses permodalan, dan peluang usaha yang lebih luas, sehingga kesejahteraan meningkat dan urbanisasi dapat ditekan,” ujarnya.
Kegiatan Sosper berlangsung interaktif, dengan warga aktif menyampaikan pertanyaan dan masukan terkait pengembangan usaha desa, penguatan BUMDes, serta optimalisasi potensi ekonomi lokal di Desa Sungai Musang. (sar/ali/jp).










