BARITO KUALA- Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan mengawal penyelesaian pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mekarsari di Desa Tinggiran Baru, Kecamatan Mekarsari, Kabupaten Barito Kuala, guna memastikan fasilitas tersebut siap beroperasi dan mampu melayani sekitar 4.000 sambungan rumah (SR) mulai 2027.
Monitoring dilakukan pada Jum'at (17/7/2026) dan dipimpin Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalsel, H Achmad Maulana. Rombongan diterima Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kalsel, Ryan Tirta Nugraha, bersama Kepala Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula, Ir. H Siddiq Wahyu Pamungkas, beserta jajaran.
Selain meninjau progres pembangunan, Komisi III menerima paparan mengenai kesiapan operasional IPA Mekarsari yang merupakan bagian dari penyelesaian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Banjarbakula melalui sinergi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala.
H Achmad Maulana mengatakan, pembangunan IPA Mekarsari menjadi proyek strategis untuk memperluas akses masyarakat terhadap air bersih, khususnya di wilayah Banjarbakula.
"Pembangunan ini merupakan bagian dari penyelesaian SPAM Banjarbakula bersama Pemerintah Kabupaten Barito Kuala. Alhamdulillah progresnya cukup menggembirakan karena persoalan air bersih merupakan kebutuhan mendasar masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan, pembangunan dimulai pada 2024 dengan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dilanjutkan penyelesaian konstruksi utama pada 2025. Sementara itu, pada 2026 dilakukan penyempurnaan fasilitas pendukung, termasuk pekerjaan paving kawasan instalasi, yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Selatan.
Menurutnya, IPA Mekarsari ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 dan akan melayani sekitar 4.000 sambungan rumah di Kecamatan Mekarsari, Tamban, dan Tabunganen.
Meski demikian, H Achmad Maulana mengingatkan bahwa kesiapan instalasi harus diikuti dengan kesiapan jaringan distribusi air hingga ke rumah-rumah warga. Karena itu, koordinasi antara BPAM Banjarbakula dan PDAM Kabupaten Barito Kuala perlu terus diperkuat.
"Jangan sampai instalasi pengolahan air sudah siap melayani 4.000 sambungan rumah, tetapi jaringan perpipaannya belum tersedia. Distribusi air harus dipastikan berjalan optimal agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kalsel, Ryan Tirta Nugraha, berharap dukungan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan terus berlanjut, terutama dalam mendorong dukungan pendanaan dari Pemerintah Pusat untuk pembangunan infrastruktur air minum.
"Kami berharap dukungan DPRD terus berlanjut sehingga pendanaan APBN melalui Dana Alokasi Khusus dapat diperoleh. Hal ini penting untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan air bersih dan pencapaian Standar Pelayanan Minimal di Kalimantan Selatan," katanya.
Komisi III DPRD Kalsel mengapresiasi progres pembangunan IPA Mekarsari yang dinilai berjalan sesuai rencana. Mereka berharap seluruh tahapan penyelesaian dapat rampung tepat waktu sehingga fasilitas tersebut mulai beroperasi pada 2027 dan memperkuat sistem penyediaan air minum regional Banjarbakula sekaligus meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat Barito Kuala. (sar/ali/jp).













