BREAKING NEWS

Selasa, 21 Juli 2026

Polres Bartim Gelar Apel Aman Nusa II, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Karhutla

TAMIANG LAYANG- Polres Barito Timur melaksanakan Apel Gelar Pasukan dan Sarana Prasarana Kontingensi Aman Nusa II Tahun 2026 sebagai langkah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diprediksi meningkat pada puncak musim kemarau. Apel dilaksanakan di halaman Mapolres Barito Timur, Selasa (21/7/2026).

Apel dipimpin Kapolres Barito Timur, AKBP Eddy Santoso dan diikuti personel Polres Barito Timur. Hadir pula Wakapolres, para pejabat utama (PJU), serta para kapolsek jajaran.

Dalam amanat Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan yang dibacakan Kapolres, ditegaskan bahwa upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama karena potensi karhutla diperkirakan meningkat selama Juli hingga Agustus 2026.

"Apel gelar ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi wujud komitmen, kesiapan, dan tanggung jawab dalam menghadapi ancaman karhutla. Personel, sarana prasarana, serta sistem koordinasi antarinstansi harus siap digerakkan setiap saat," kata Eddy.

Ia menyebut Kalimantan Tengah merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerawanan karhutla yang tinggi. Dominasi kawasan hutan dan lahan gambut, cuaca panas, minimnya curah hujan, serta masih adanya praktik pembukaan lahan dengan cara membakar menjadi faktor utama meningkatnya risiko kebakaran.

Menurutnya, dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan, transportasi, perekonomian, hingga pelayanan publik akibat kabut asap.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau di Kalimantan Tengah diperkirakan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026, sehingga potensi munculnya titik api di berbagai wilayah diprediksi meningkat.

Sementara itu, data Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat hingga 19 Juli 2026 telah terjadi 563 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 852,58 hektare. Dari jumlah tersebut, 229 kejadian atau sekitar 41 persen terjadi sepanjang Juli dengan luas lahan terbakar 378,72 hektare atau sekitar 44 persen dari total luasan kebakaran.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Polda Kalimantan Tengah menggelar Operasi Kontingensi Aman Nusa II Tahun 2026 selama 14 hari. Operasi ini mengedepankan sinergi bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha, relawan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan karhutla.

Operasi dipusatkan di enam satuan kewilayahan, yakni Polda Kalimantan Tengah, Polresta Palangka Raya, Polres Pulang Pisau, Polres Kapuas, Polres Kotawaringin Timur, dan Polres Kotawaringin Barat dengan kekuatan 650 personel. Sementara itu, polres lainnya melaksanakan kegiatan imbangan sesuai tingkat kerawanan di wilayah masing-masing.

Kapolres juga menginstruksikan enam langkah strategis kepada seluruh personel, yakni memastikan kesiapan personel dan peralatan, memperkuat koordinasi lintas instansi, mengoptimalkan patroli terpadu dan deteksi dini titik panas, menegakkan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan, memanfaatkan teknologi pemantauan hotspot, serta mengutamakan keselamatan personel selama bertugas.

"Keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya diukur dari kemampuan memadamkan api, tetapi juga dari keberhasilan mencegah munculnya titik api melalui edukasi kepada masyarakat, patroli terpadu, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Kita harus bekerja bersama, bergerak cepat, bertindak tepat, dan terus memperkuat sinergi demi mewujudkan Kalimantan Tengah bebas dari ancaman karhutla," tegasnya. (zi/jp). 

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes