KUALA PEMBUANG- Bupati Seruyan Ahmad Salanorwanda melantik 112 pejabat dan aparatur pemerintahan, terdiri atas pejabat struktural, CPNS menjadi PNS, sembilan pejabat Eselon II, sembilan pejabat Eselon III, serta 50 kepala desa (kades) terpilih periode 2026–2034.
Pelantikan berlangsung di Lapangan Tenis Indoor Kuala Pembuang, Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Seruyan, Wakil Ketua I DPRD Seruyan, unsur Forkopimda, Pelaksana Harian (Plh) Sekda Seruyan, serta jajaran pejabat dan kepala desa terpilih.
Dalam sambutannya Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat roda pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Jabatan adalah kapal yang harus berlayar, bukan bersandar. Ini sejarah, momentum, dan penyemangat untuk bekerja penuh tanggung jawab,” tegas Wanda.
Ia mengatakan, penyematan atribut pangkat dan jabatan kepada pejabat yang dilantik dilakukan satu per satu sebagai bentuk penghormatan sekaligus penanda dimulainya tanggung jawab baru.
"Saya ingat saat dilantik di Istana Negara. Ini sejarah, ini momentum, dan ini penyemangat untuk bekerja penuh tanggung jawab. Makanya atribut pangkat dan jabatan kita sematkan satu-satu, biar berkesan,” ujarnya.
Wanda juga memberikan penekanan khusus kepada pejabat Eselon II dan Eselon III agar mampu menjalankan fungsi kepemimpinan secara efektif. Menurutnya, usia maupun senioritas bukan ukuran utama dalam menjalankan sebuah jabatan.
Menanggapi adanya anggapan bahwa pejabat tertentu masih terlalu muda, Wanda mencontohkan perjalanan yang dimulai dari kepala bidang hingga menduduki posisi asisten, sekretaris daerah, dan akhirnya bupati.
"Tidak ada urusan senior dan junior. Fungsi asisten membantu Sekda mengoordinasikan semua. Yang penting kinerja. Banyak yang senior, tetapi kinerjanya tidak maksimal,” katanya.
Ia meminta pejabat Eselon II memiliki kemampuan melihat persoalan secara menyeluruh atau helicopter view. Seorang pimpinan, kata dia, harus memahami tugas dan fungsi seluruh jajaran di bawahnya sehingga mampu membagi tugas, melakukan koordinasi, serta menyatukan seluruh kekuatan organisasi.
"Anda leader. Naik ke atas, lihat tupoksi dari atas. Pelajari tugas sekretaris, kabid, staf. Bagi tugas, koordinasikan. Satukan, bukan pecah belah,” tegasnya.
Wanda kemudian menggunakan analogi kapal untuk menggambarkan tanggung jawab seorang kepala perangkat daerah.
"Kapal dibuat bukan untuk bersandar di pelabuhan. Kepala dinas adalah kapten. Ada ahli mesin, ada layar. Muatannya adalah visi-misi Bupati dan Wakil Bupati untuk menyejahterakan Seruyan. Kalau kapalnya diam, wajar kita evaluasi,” ujarnya.
Kepada 50 kepala desa terpilih periode 2026–2034, Wanda meminta agar segera menjalankan amanah masyarakat dan membangun pelayanan pemerintahan yang kuat di desa masing-masing.
Ia juga menegaskan bahwa proses pemilihan kepala desa yang telah berlangsung beberapa waktu lalu merupakan pilihan masyarakat desa. Menurutnya, pemerintah kabupaten tidak melakukan intervensi terhadap pilihan warga.
"Pemilihan kepala desa ini murni pilihan masyarakat. Tidak ada intervensi dari Bupati Seruyan. Masyarakat sendiri yang menentukan siapa yang mereka pilih untuk memimpin desanya,” tegas Wanda.
Ia berharap para kepala desa dapat menjaga kepercayaan tersebut dengan memberikan pelayanan terbaik dan membangun desa selama masa jabatan delapan tahun ke depan.
"Saya yakin batin Pak Kades juga sama. Mudah-mudahan delapan tahun ke depan lancar dan sukses,” katanya.
Sementara kepada CPNS yang resmi diangkat menjadi PNS, Wanda mengingatkan bahwa menjadi aparatur sipil negara merupakan pilihan hidup yang diikuti tanggung jawab besar kepada negara dan masyarakat.
"Hari ini status calon ditinggalkan. Jadi PNS adalah pilihan saudara. Bukan pilihan orang tua atau calon mertua. Pelajari Undang-Undang ASN,” pesannya.
Ia meminta para PNS baru memahami tugas, fungsi, hak, kewajiban, serta kode etik sebagai aparatur negara agar mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.
Pelantikan kemudian ditutup dengan penandatanganan berita acara serta penyematan atribut jabatan kepada pejabat yang dilantik.
Momentum tersebut diharapkan menjadi awal bagi para pejabat, PNS, dan kepala desa untuk bekerja nyata, memperkuat pelayanan publik, serta bersama-sama mewujudkan visi dan misi pembangunan Kabupaten Seruyan. (gan/jp).















