BREAKING NEWS

Sabtu, 29 Agustus 2026

Dampak Kemarau Ekstrem, MUI Barito Timur Imbau Umat Islam Gelar Salat Istisqa

TAMIANG LAYANG- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Barito Timur mengimbau umat Islam di wilayah setempat melaksanakan Salat Istisqa sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah kemarau ekstrem yang melanda daerah tersebut.

Imbauan itu tertuang dalam surat bernomor 08/MUI-BT/VIII/2026 yang diterbitkan di Tamiang Layang, Jum'at (28/8/2026), bertepatan dengan 15 Rabiulawal 1447 Hijriah. Surat tersebut ditandatangani Ketua MUI Barito Timur Drs. H Aspahani, M.Pd. dan Sekretaris Hajar Gunawan, S.E., M.M.

MUI menyebut kondisi kemarau telah berdampak pada kekeringan dan kekurangan air. Selain itu, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap mulai mengganggu aktivitas masyarakat.

"Sehubungan musim kemarau ekstrem yang telah terjadi khususnya di wilayah Kabupaten Barito Timur yang mengakibatkan kekeringan dan kekurangan air, kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap, dengan ini Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Barito Timur menghimbau kepada Muslimin dan Muslimat di wilayah Kabupaten Barito Timur untuk dapat melaksanakan shalat istisqa," bunyi surat imbauan MUI Barito Timur.

Dalam surat tersebut, MUI juga melampirkan panduan pelaksanaan Salat Istisqa sebagai acuan bagi masyarakat. Umat Islam dianjurkan memperbanyak taubat, istighfar, bersedekah, dan menjalankan puasa sunnah selama tiga hari sebelum pelaksanaan salat.

Pada hari keempat, jemaah dianjurkan berkumpul di lapangan terbuka pada pagi hari dengan mengenakan pakaian sederhana serta menjaga sikap tawadhu dan khusyuk.

Salat Istisqa dilaksanakan secara berjamaah sebanyak dua rakaat dengan tata cara yang menyerupai Salat Id. Pada rakaat pertama dilakukan tujuh kali takbir, sedangkan rakaat kedua lima kali takbir setelah takbiratul ihram.

Setelah salat, khatib menyampaikan dua khutbah yang berisi ajakan kepada jamaah untuk bertaubat dan memperbanyak doa. Pada bagian akhir, khatib bersama jamaah memanjatkan doa memohon turunnya hujan dengan tata cara yang telah dicantumkan dalam panduan MUI.

MUI Barito Timur berharap pelaksanaan Salat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar spiritual masyarakat untuk memohon turunnya hujan yang membawa manfaat, sekaligus berharap kondisi kekeringan dan ancaman karhutla di wilayah tersebut segera berakhir. (zi/jp). 

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes