MUARA TEWEH- Persoalan banjir, akses infrastruktur, layanan kesehatan, dan kebutuhan dasar masyarakat menjadi perhatian Bupati Barito Utara H. Shalahuddin saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Lahei Barat, Selasa (8/9/2026).
Bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, H Shalahuddin berdialog dengan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kecamatan Lahei Barat sekaligus meninjau sejumlah pembangunan di wilayah tersebut. Kegiatan dipusatkan di Aula Serbaguna Kecamatan Lahei Barat dan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Utara Muhlis, para asisten sekda, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Dalam audiensi, Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Lahei Barat, Helen Perdana menyampaikan sejumlah kebutuhan dan persoalan yang masih dihadapi masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi Puskesmas Lahei Barat yang berada di lokasi rawan banjir.
Kecamatan mengusulkan relokasi puskesmas ke lokasi yang lebih aman. Selain itu, pemerintah kecamatan mengusulkan pengadaan ambulans air untuk mendukung evakuasi pasien melalui jalur sungai hingga Desa Ninga Hilir ketika banjir menyebabkan akses darat tidak dapat dilalui.
Persoalan air bersih juga masih menjadi kebutuhan di sejumlah desa. Desa Penaululu, Hulu Hilir, Teluk Malewai, dan Haparju, misalnya, masih mengandalkan sumur bor yang dibangun melalui Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).
Di sektor infrastruktur, Kecamatan Lahei Barat mengusulkan kelanjutan pembangunan jalan bukaan baru menuju Desa Karamuan. Hingga kini, pembangunan jalan tersebut telah terealisasi sekitar 120 meter.
Sementara itu, jaringan listrik dari Karamuan hingga Loe Hilir telah beroperasi selama 24 jam dan dinikmati masyarakat. Jaringan telekomunikasi Telkomsel juga dinilai cukup baik, meski masih mengalami gangguan ketika terjadi pemadaman listrik.
Pada bidang kepegawaian, pemerintah kecamatan menyampaikan masih terdapat dua jabatan strategis yang kosong dari sekitar 23 aparatur, yakni Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) serta Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib).
Usai audiensi, Bupati bersama rombongan meninjau sejumlah desa dan memantau progres pembangunan Jembatan Lahei serta jembatan penghubung Kecamatan Lahei dengan Kecamatan Lahei Barat.
H Shalahuddin mengatakan, program prioritas pemerintah daerah, termasuk Gaspol 11-12, terus berjalan di lapangan. Namun, ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah tidak berhenti pada pelaksanaan program, melainkan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan.
"Terutama sektor infrastruktur jalan, jembatan, pendidikan, dan kesehatan harus terus kita sempurnakan,” ujar H Shalahuddin.
Ia juga meminta Sekretaris Daerah dan seluruh kepala organisasi perangkat daerah membangun kesamaan persepsi dan pola pikir dalam menjalankan program pembangunan. Menurutnya, koordinasi lintas organisasi perangkat daerah diperlukan agar target pembangunan Kabupaten Barito Utara dapat dicapai secara lebih cepat dan tepat sasaran.
H Shalahuddin menegaskan aparatur kecamatan memiliki peran penting karena berhadapan langsung dengan masyarakat dan menjadi salah satu ujung tombak pemerintah dalam mengetahui persoalan di desa.
"Kami ingin melihat apa yang menjadi permasalahan di desa atau di kecamatan yang ada di Lahei Barat. Kita ingin setiap ada kesusahan masyarakat, setiap ada permasalahan masyarakat, pemerintah harus hadir,” kata H Shalahuddin. (emca/jp).





