KANDANGAN- Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) bersama akademisi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) membahas pengembangan kawasan Sistem Pertanian Terpadu atau Integrated Farming sebagai upaya mendorong sektor pertanian yang produktif, efisien, dan berkelanjutan di daerah.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam audiensi Bupati HSS, H Syafrudin Noor bersama tim akademisi ULM yang membahas Kajian Akademis Kawasan Sistem Pertanian Terpadu (Integrated Farming) di Kabupaten HSS. Kajian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah merumuskan arah pengembangan kawasan pertanian sesuai potensi wilayah.
Rombongan akademisi ULM dipimpin Prof. Ir. Akhmad Rizalli Saidy, S.P., M.Agr.Sc., Ph.D., IPM. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai aspek pengembangan pertanian terpadu, termasuk upaya mengintegrasikan sejumlah potensi sektor pertanian untuk meningkatkan nilai tambah dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Konsep Integrated Farming mengintegrasikan berbagai kegiatan usaha pertanian dalam satu sistem pengelolaan yang saling mendukung. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya secara optimal dan berkelanjutan.
Melalui kajian akademis yang dilakukan bersama ULM, Pemkab HSS berupaya memperoleh dasar perencanaan yang lebih komprehensif dalam menentukan arah pengembangan kawasan pertanian terpadu. Pengembangan tersebut akan disesuaikan dengan kondisi, potensi, dan karakteristik wilayah Kabupaten HSS.
Dalam audiensi itu, Bupati HSS didampingi Dandim 1003 HSS, Tim Pakar Pendampingan dan Evaluasi Pembangunan Daerah (TPPEPD), serta Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Kabupaten HSS beserta jajaran. Kolaborasi pemerintah daerah dan akademisi diharapkan dapat menghasilkan kajian yang menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan sektor pertanian di HSS. (ari/jp).













