KUALA PEMBUANG- Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Seruyan, Harsandi, menyoroti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut diperparah kabut asap dalam beberapa pekan terakhir serta dampak musim kemarau yang mulai mengganggu ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Harsandi mengatakan, kondisi karhutla dan kabut asap telah menjadi kekhawatiran bersama. Pemerintah daerah pun telah meningkatkan status penanganan karhutla sebagai bentuk respons terhadap kondisi tersebut.
"Karhutla yang melanda daerah kita ini memang sudah menjadi kekhawatiran bersama. Dalam beberapa minggu terakhir, kabut asap akibat karhutla cukup luas dan pemerintah daerah juga sudah meningkatkan statusnya,” ujar Harsandi kepada wartawan di Kuala Pembuang, Selasa (22/9/2026).
Menurut Harsandi, keterbatasan anggaran masih menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla. Karena itu, ia berharap peningkatan status penanganan dapat memperkuat perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap upaya penanggulangan karhutla di Seruyan.
Selain penanganan di lapangan, Harsandi meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di kawasan perkebunan yang memiliki potensi kebakaran cukup besar.
"Saya mengimbau masyarakat agar benar-benar menghindari pembakaran lahan. Terutama pada lahan perkebunan yang pembukaan lahannya cukup masif. Kami berharap perangkat desa dan tokoh masyarakat ikut memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar,” katanya.
Selain karhutla, ujar Harsandi, DPRD Seruyan turut menyoroti dampak musim kemarau terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Harsandi mengatakan pemerintah daerah melalui Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda telah menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah desa yang terdampak kekeringan.
Menurutnya, DPRD juga turut membantu pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Harsandi menyebut dirinya ikut menyalurkan bantuan dengan dukungan sejumlah organisasi, di antaranya KONI dan KADIN.
"Pemerintah daerah melalui Bupati Ahmad Selanorwanda kami lihat cukup masif melakukan penyaluran bantuan air bersih ke desa-desa terdampak. Dari DPRD juga ada, termasuk saya pribadi, dengan dibantu organisasi seperti KONI dan KADIN,” ungkapnya.
Namun, pendistribusian air bersih masih menghadapi kendala setelah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) mengalami kerusakan.
"Kami saat ini masih terkendala karena PDAM mengalami kerusakan. Mudah-mudahan hari ini bisa selesai diperbaiki sehingga kami dapat kembali melanjutkan pendistribusian bantuan air bersih ke desa-desa terdampak,” kata Harsandi.
Ia berharap penanganan dampak kekeringan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga mendapat dukungan dari berbagai unsur masyarakat.
"Kami berharap semua pihak bisa bersinergi membantu pendistribusian air bersih untuk masyarakat, baik lembaga maupun organisasi. Termasuk masyarakat yang memiliki kepedulian dan datang untuk bersama-sama membantu pendistribusian air bersih bagi warga terdampak,” pungkasnya. (gan/jp).











