BREAKING NEWS

Selasa, 01 September 2026

PC ABKIN Batola Perkuat Peran Guru BK, Dorong Resiliensi Murid dengan Pendekatan CBT

MARABAHAN- Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Kuala (Batola), Mas Aryansyah, S.ST., M.Kom., membuka Konferensi dan Talk Show Pengurus Cabang Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (PC ABKIN) Barito Kuala di Aula Selidah, Selasa (1/9/2026).

Konferensi tersebut mengangkat tema “Membangun Resiliensi Murid dengan Pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT)”. Kegiatan ini diikuti 86 peserta dari jenjang SD, SMP, hingga SMA sederajat dan disebut sebagai kegiatan pertama dengan konsep serupa yang dilaksanakan di Kalimantan Selatan.

Ketua Pelaksana, Rizali Anwar, mengatakan tema konferensi dipilih sebagai upaya memperkuat ketahanan mental peserta didik di tengah perubahan dan tantangan perkembangan zaman.

"Pendekatan bimbingan harus berubah mengikuti perkembangan zaman,” ujar Rizali.

Menurutnya, keterlibatan peserta dari berbagai jenjang pendidikan diharapkan dapat memperluas pemahaman dan penerapan pendekatan bimbingan dan konseling yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Ketua PC ABKIN Batola, Wahyu Adi Permana, menekankan pentingnya keberadaan organisasi profesi sebagai wadah bagi para praktisi bimbingan dan konseling. Ia mengibaratkan ABKIN sebagai rumah, pohon, sekaligus payung yang menaungi para guru BK.

Ia juga mengajak seluruh guru BK untuk aktif menghidupkan organisasi serta memperkuat kolaborasi dalam menjalankan layanan bimbingan dan konseling di sekolah.

Sementara itu, Ketua PD ABKIN Provinsi Kalimantan Selatan, Rudi Haryadi, menyoroti perubahan paradigma terhadap peran guru BK di sekolah.

Menurut Rudi, guru BK tidak lagi semata-mata dipandang sebagai pihak yang bertugas menangani pelanggaran disiplin. Peran tersebut kini berkembang menjadi pendamping yang dapat menjadi tempat siswa bercerita, sekaligus memberikan perlindungan dan pengayoman.

"Guru BK sekarang menjadi sahabat bagi siswa, tempat mereka bercerita, mendapatkan perlindungan, dan pengayoman,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan melalui Kepala Seksi GTK Diksus Riry Magriaty, mengatakan konferensi tersebut menjadi momentum untuk melakukan evaluasi, menyusun program kerja, sekaligus memperkuat jejaring profesional di bidang bimbingan dan konseling.

Ia menegaskan, sekolah tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam pengembangan kemampuan akademik siswa, tetapi juga harus menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, serta mendukung pembentukan karakter dan tumbuh kembang peserta didik.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Batola, Mas Aryansyah. Saat membuka konferensi, ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kompetensi guru BK sehingga mampu menjalankan peran secara lebih optimal, termasuk menjadi motivator bagi peserta didik.

"Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi guru BK di Batola sehingga mampu menjadi motivator bagi para siswa,” harapnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata kepada Kepala Dinas Pendidikan Batola, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan, dan Ketua PD ABKIN Provinsi Kalimantan Selatan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi talk show yang menghadirkan Rudi Haryadi sebagai narasumber dengan pembahasan seputar penguatan peran bimbingan dan konseling dalam membangun resiliensi peserta didik. (dsk/ali/jp). 

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes