KUALA PEMBUANG- Pemerintah Kabupaten Seruyan menyalurkan 34 unit mesin pompa air kepada Brigade Pangan dan kelompok tani sebagai langkah mengantisipasi keterbatasan pasokan air selama musim kemarau. Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) tersebut diharapkan dapat menjaga produktivitas lahan sekaligus menekan risiko gagal panen.
Penyerahan bantuan berlangsung di halaman Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Seruyan Hilir, Kamis (10/9/2026). Bantuan tersebut merupakan dukungan pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat sarana produksi pertanian di Kabupaten Seruyan.
Dari 34 unit pompa yang disalurkan, sebanyak 12 unit berukuran 4 inci diberikan kepada lima Brigade Pangan. Sementara 22 unit pompa berukuran 6 inci diserahkan kepada 22 kelompok tani.
Wakil Bupati Seruyan, H Supian, didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Sri Susanti beserta jajaran, mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat mempermudah petani dalam mengelola lahan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.
"Mesin pompa ini diberikan agar bisa meningkatkan produktivitas dan mempermudah petani mengolah lahan. Harapan kita, upaya ini dapat menyejahterakan kehidupan para petani," ujar H Supian seusai kegiatan.
Dalam kesempatan itu, H Supian juga menyerahkan data bantuan alsintan kepada Kelompok Tani Pematang Panjang melalui Kepala Desa Pematang Panjang Syarif Hidayatullah.
H Supian mengapresiasi langkah Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Seruyan yang bergerak cepat mengupayakan alokasi bantuan tersebut dari pemerintah pusat.
Menurutnya, ketersediaan air menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi sektor pertanian Seruyan ketika memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut, khususnya di Kecamatan Seruyan Hilir, dapat berdampak terhadap produktivitas dan hasil panen petani.
"Potensi penurunan hasil panen cukup tinggi jika lahan kekurangan pasokan air, khususnya di wilayah seperti Kecamatan Seruyan Hilir," katanya.
Ia menambahkan, persoalan pertanian di Seruyan Hilir saat musim kemarau tidak hanya berkaitan dengan kekeringan. Kualitas air juga menjadi perhatian karena sumber air yang tersedia berpotensi berubah menjadi payau atau asin sehingga tidak optimal untuk kebutuhan tanaman.
"Daerah Seruyan Hilir ini, kendala saat kemarau bukan cuma kekeringan. Air yang ada berkemungkinan besar berubah menjadi agak payau atau asin sehingga tentu tidak optimal untuk tanaman. Oleh karena itu, hadirnya pompa air ini diharapkan bisa membantu memanfaatkan sumber air yang masih layak dipakai secara maksimal," jelas H Supian.
H Supian menegaskan, seluruh alsintan yang diterima merupakan aset kelompok yang harus dimanfaatkan secara bersama-sama dan dirawat dengan baik. Ia meminta kelompok penerima tidak menggunakan bantuan tersebut untuk kepentingan pribadi.
"Bantuan ini adalah aset kelompok, bukan perorangan. Manfaatkan secara bersama-sama dan jaga agar bisa digunakan dalam jangka panjang," tegasnya.
Untuk memastikan bantuan digunakan secara efektif dan tepat sasaran, Pemkab Seruyan meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) terus memberikan pendampingan teknis kepada kelompok tani penerima.
Pendampingan tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan pompa air, terutama dalam memenuhi kebutuhan irigasi selama musim kemarau, sehingga produktivitas pertanian dan hasil panen petani di Kabupaten Seruyan dapat tetap terjaga. (gan/jp).










