BREAKING NEWS

Sabtu, 07 November 2026

Wakil Ketua I DPRD Seruyan Sampaikan Duka atas Kecelakaan Helikopter Mi-17, Dorong Penanganan Karhutla dan Perhatian Pemerintah Pusat

KUALA PEMBUANG- Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Seruyan, Harsandi, menyampaikan belasungkawa mendalam atas kecelakaan helikopter Mi-17 milik Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) TNI AD saat menjalankan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Ungkapan duka tersebut disampaikan Harsandi setelah melepas keberangkatan jenazah korban terakhir, Sertu Heri Prasetyo, menuju daerah asalnya di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, melalui Bandara Kapten Mulyono Kuala Pembuang, Sabtu (7/11/2026).

Harsandi mengatakan, kecelakaan tersebut menjadi duka mendalam, khususnya bagi keluarga besar TNI AD. Berdasarkan keterangan yang disampaikannya, insiden tersebut mengakibatkan delapan personel TNI AD menjadi korban, dengan rincian lima orang mengalami luka-luka dan tiga orang meninggal dunia.

"Atas musibah ini, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga keluarga korban yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," ungkap Harsandi.

Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi bahan evaluasi dan perhatian bersama, terutama dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Ia menilai, pembakaran lahan yang dilakukan secara sengaja dapat menimbulkan dampak luas yang tidak selalu disadari masyarakat.

Dampak karhutla, lanjutnya, bukan hanya mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat akibat kabut asap, tetapi juga dapat mengancam keselamatan jiwa, termasuk personel yang terlibat langsung dalam operasi pemadaman.

"Ini harus menjadi perhatian serius kita bersama, mulai dari pemerintah desa, kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat. Kita harus menyadari bahwa dampak kebakaran hutan dan lahan sangat besar," tegasnya.

Harsandi juga menyoroti pentingnya perhatian pemerintah terhadap Kabupaten Seruyan yang memiliki kawasan hutan luas dan berbatasan dengan kawasan strategis konservasi, termasuk Taman Nasional Tanjung Puting.

Menurutnya, keberadaan kawasan tersebut tidak hanya memiliki arti penting bagi Indonesia, tetapi juga bagi kepentingan lingkungan dunia. Karena itu, upaya perlindungan hutan dan pencegahan karhutla harus menjadi prioritas bersama.

Ia mengapresiasi kehadiran Menteri Kehutanan, Gubernur Kalimantan Tengah, Kapolda Kalteng, Pangdam Tambun Bungai, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam penanganan dan perhatian terhadap musibah tersebut.

Harsandi berharap, kejadian ini menjadi momentum bagi pemerintah pusat untuk meningkatkan perhatian terhadap Kabupaten Seruyan, khususnya dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.

Ia mengingatkan bahwa setiap musim kemarau panjang, wilayah Seruyan kerap menghadapi ancaman kebakaran karena masih memiliki kawasan hutan yang luas.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak lagi membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Tindakan tersebut sangat berbahaya dan dampaknya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat," ujarnya.

Selain itu, Harsandi menyampaikan bahwa TNI siap membantu masyarakat dalam pengelolaan lahan. Menurutnya, hal tersebut dapat dilakukan melalui koordinasi dengan pihak terkait sehingga masyarakat memiliki alternatif pengelolaan lahan tanpa harus melakukan pembakaran.

Ia berharap ke depan semakin banyak personel TNI yang bertugas di Kabupaten Seruyan sehingga dapat memberikan dukungan positif bagi masyarakat, terutama dalam kegiatan pengelolaan dan pemanfaatan lahan terbuka.

Dalam kesempatan tersebut, Harsandi juga menyinggung rencana pengembangan Bandara Kapten Mulyono Kuala Pembuang, khususnya terkait perpanjangan landasan pacu atau runway.

Ia menyebutkan, persoalan pengembangan bandara tersebut telah dibahas dalam rapat yang dipimpin Bupati Seruyan. Pemerintah daerah juga telah menyampaikan harapan kepada pemerintah pusat agar memberikan dukungan terhadap perpanjangan landasan pacu serta peningkatan fasilitas pendukung bandara.

Menurut Harsandi, pengembangan tersebut penting untuk meningkatkan kapasitas pelayanan transportasi udara, termasuk memberikan peluang bagi pesawat berukuran lebih besar untuk mendarat di Kuala Pembuang.

Ia juga menilai letak geografis Kuala Pembuang yang berada di kawasan pesisir memiliki potensi strategis, terutama dalam mendukung akses transportasi udara ketika sejumlah wilayah lain menghadapi gangguan penerbangan akibat kabut asap karhutla.

"Kami dari lembaga DPRD juga akan mendorong agar pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap pengembangan Bandara Kuala Pembuang, baik melalui perpanjangan runway maupun peningkatan fasilitas lainnya," pungkasnya.

Dengan demikian, Harsandi berharap musibah kecelakaan helikopter tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap bahaya karhutla sekaligus meningkatkan perhatian pemerintah terhadap pembangunan dan kebutuhan strategis Kabupaten Seruyan. (gan/jp).

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes