BREAKING NEWS

Minggu, 26 Juli 2020

Tabalong Proyeksikan Pendapatan Daerah 2021 Sebesar Rp1,4 Triliun





Kebijakan umum APBD Kabupaten Tabalong tahun 2021 akan menitikberatkan pada upaya pemulihan dampak ekonomi dan sosial akibat Pandemi Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Tabalong, H.AnangSyakhfiani dalam Rapat Paripurna ke-14 masa sidang II tahun 2020 dalam rangka penyampaian Kebijakan Umum Anggaran (KUA) atau Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD tahun 2021 di Graha Sakata, Jum'at (17/7) belum lama tadi.

"Penyusunan KUA PPAS tahun 2021 dengan memperhatikan target pertumbuhan ekonomi sebesar 2,28%, tingkat kemiskinan 6,98%, pengangguran terbuka 5,25%, IPM 72,25 dan Rasio Gini 0,291 serta target Inflasi sebesar 3,30%" ucapnya dihadapan 30 Legislator Tabalong.

Adapun prioritas kegiatan tahun 2021, sebut Anang, yaitu memperkuat pemulihan ekonomi terutama industri dan pariwisata, ketahanan pangan dan daya saing UMKM, serta memperkuat kualitas SDM dan pelavanan dasar.

"Termasuk memperkuat kualitas dan kuantitas infrastruktur, sarana dan prasarana wilayah serta tata kelola pemerintahan,"jelasnya.

Sedang Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tabalong untuk tahun 2021 adalah, Proyeksi pendapatan daerah sekitar Rp1.458.055.968.000 yang terdiri dari PAD sekitar Rp207.313.547.000, Dana Perimbangan Rp1.008.453.762.000 dan Pendapatan lain-lain daerah yang sah Rp242.288.659.000.

Recana Alokasi Belanja Daerah diperkirakan sebesar Rp1.546.196.162.000, meliputi Belanja langsung sebesar 48% Rp743.356.344.900 dan Belanja Tidak Langsung 52% Rp802.839.817.000.
Pembayaran daerah berupa penerimaan pembiayaan daerah diproyeksikan Rp98.140.194.000, pengeluaran pembiayaan Rp10.000.000.000 sehingga pembiayaan netto diproyeksi sebesar Rp88.140.194.000,”ungkapnya.

Anang juga meminta agar KUA PPAS Tahun 2021 agar bisa dibahas dan disepakati, pungkasnya.(kntrs/jp).

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes