BREAKING NEWS
#

Rabu, 09 Desember 2020

Danrem 101/Antasari pertebal pengawalan pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020 hingga pelantikan

BANJARMASIN- Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Firmansyah ajak masyarakat serta awak media bekerja sama, saling memonitor jalannya Pilkada. 

Hal tersebut di ungkapkan Firmansyah pada Silahturahmi Danrem 101/Antasari dengan Insan Pers Wilayah Kalsel, di Coffee Hutan Kota, Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Selasa (08/11) kemarin.

"Peran medialah yang akan membantu kita untuk bisa menyebar luaskan bahwa kita bisa dan sanggup menyelenggarakan Pilkada dengan tertib aman dan damai," ungkapnya.

Untuk mengawal pelaksanan Pilkada tahun ini, ia menyebutkan akan menerjunkan 1.551 Prajurit TNI, memback up tugas Polda Kalsel yang tersebar di wilayah penyelanggara Pilkada.

“Kami menurunkan 1.551 pasukan untuk mengamankan Pilkada di Kalsel, baik Gubernur, Bupati maupun Walikota dan tugasnya diatur oleh masing-masing Kodim,” ujarnya.

Disebutkannya, ada dua daerah penyelenggara Pilkada yang rawan konflik, yakni Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Banjar. Sehingga pihaknya akan melakukan pengamanan super tebal.

"Memang kami anggap dua daerah itu ada potensi rawan, sehingga dipertebal pengamanan,” ungkapnya

Pengamanan di lakukan tidak hanya saat proses pemilihan berlangsung, tetapi juga usai pemilihan hingga proses pelantikan.

Dikesempatan itu,Firmansyah juga mengungkapkan kekhawatirannya tentang evoria yang di adakan salah satu pasangan kontestan usai quick count.

"Kita khawatirkan pada saat pemilihan besok ada 1, yaitu pada saat selesai Pilkada kemudian timbullah quick count, quick count ini yang Kita waspadai. Apabila tiba-tiba salah satu kontestan itu dinyatakan oleh Triton itu menang, mereka Langsung evoria melaksanakan perayaan di tempat dan sebagainya, ini yang kita khawatir," imbuhnya.

Ditambahkannya, bahwa ia tidak melarang perayaan tersebut terjadi, namun ia meminta masyarakat ataupun pasangan calon untuk tetap mengutamakan penerapan protokol kesehatan demi mencegah munculnya klaster penyebaran Covid-19.

"Kita sudah sepakat bahwa kita tidak menghalangi orang untuk melaksanakan perayaan tapi yang kita khawatirkan adalah apabila perayaan itu menghadirkan orang yang berlebihan akan menjadi perhatian kita bersama, akan penyebaran covid-19. Kita sangat berharap bahwa pelaksanaan Pilkada ini bukan menjadi Cluster baru penyebaran covid-19," harapnya. (rsd/jp).

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes