BREAKING NEWS
https://picasion.com/

Minggu, 20 Februari 2022

INOGRA Gelar Kompetisi Olahraga Tradisional Egrang dan Terompah di Kalsel

BANJARMASIN- Puluhan siswa tingkat SD, SMP, SMA dan Umum di Banjarmasin, Kalimantan Selatan mengikuti seleksi olah raga tradisional egrang dan terompah. Olah raga ini nyaris punah diterjang permainan virtual yang ditawarkan aplikasi gadget.

Bermain egrang dan terompah menjadi permainan sulit bagi anak-anak sekarang. Selain ketangkasan dan kekuatan fisik, permainan tradisional ini juga membutuhkan kekompakan.  

Guna melestarikan permainan tradisional tersebut, INORGA menggelar kompetisi olah raga tradisional tingkat pelajar dan umum, dan Kalimantan Selatan ikut serta dalam perlombaan itu dengan menyeleksi siswa dengan kemampuan bermain egrang dan terompah paling baik.

Kegiatan tersebut mengusung tema "Melalui seleksi pegiat/atlet terompah dan egrang Kota Banjarmasin kita Barataan Bakayuh Baimbai".

Wahidah Ony biasa disapa Bunda Ony mengatakan, antusiasme pelajar dari tingkat SD, SMP, SMA dan Umum untuk mengikuti seleksi permainan ini cukup besar. 

Tercatat beberapa lembaga sekolah di Kalsel mengirimkan delegasi untuk mengikuti seleksi mulai Minggu, 20 Februari 2022.

"Hari ini kami sudah lakukan seleksi untuk terompah dan egrang. Hasil seleksi nanti akan kami persiapkan lebih lanjut untuk kompetisi di tingkat Nasional,” kata Ramadhani ketua pelaksana di lapangan KWK (Kawasan Kuliner Kayu Tangi) Banjarmasin, Minggu (20/2/22)

Ramadhani mengatakan, maksud dan tujuan kompetisi ini untuk melestarikan budaya olahraga tradisional. Egrang dan terompah adalah warisan budaya olah raga tradisional.

"Dengan kompetisi, kelihatan bagaimana antusias peserta. Ternyata anak-anak ini sangat menyukai permainan tradisional,” katanya.

Dia memastikan olahraga tradisional egrang ini aman, karena sudah dipatenkan oleh Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi).

Menurutnya, seleksi perlombaan yang diikuti peserta tingkat SD, SMP, SMA dan Umum ini juga mengacu pada pengaturan dari Kormi, dengan menggunakan lintasan sepanjang 50 meter dengan sistem estafet untuk tiga orang secara bergantian.

"Egrang aman dan sudah ada ukuran sesuai standar, semua peraturan ditetapkan Kormi. Kita hanya menindak lanjuti sesuai peraturan tersebut,” demikian Ramadhani. (may/jp).

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes