BREAKING NEWS
https://picasion.com/

Rabu, 02 Maret 2022

BPJN Kalsel : Jalan Preservasi Pantai Hambawang- Amuntai Sudah Dalam Penanganan dan Pekerjaan Rutin


BANJARMASIN- Kondisi jalan poros Pantai Hambawang-Amuntai yang merupakan jalan penghubung antara Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dan Hulu Sungai Utara (HSU) banyak bergelombang dan lubang. 

Kerusakan jalan itu diduga pasca lewatnya angkutan berat dengan tonase lebih, karena sangat terdampak akibat lalu lintas tersebut.

Hal ini juga karena lewat jalur Paringin tidak bisa dilewati oleh angkutan berat, sehingga angkutan dari arah Tanjung, Tabalong melewati Amuntai hingga Pantai Hambawang.

Pasca banjir beberapa waktu lalu, jalan tersebut tidak mampu menopang lalu lintas bertonase berat, sehingga jalan tersebut menjadi bergelombang.

Selain itu, lokasi dari batas Kabupaten HST dan HSU memiliki koltur tanah yang labil (tanah rawa), sehingga untuk menopang lalu lintas yang berat (overlod), juga dikarenakan jalan kelas 3 yang semestinya angkutan itu harusnya 8 ton. Namun, kenyataan di lapangan angkutan melebihi batas dan angkutan lewat secara continue.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalsel melalui PPK 2.3 Shalafuddin, ST menerangkan, bahwa proyek Preservasi Jalan Pantai Hambawang - Batas Kota Amuntai - Pasar Panas - Kelua - Tanjung Kalimantan Selatan itu sudah berkontrak pada tanggal 07 Februari 2022.

"Untuk saat ini sudah dilaksanakan pekerjaan rutin dan juga survei untuk penanganan dilokasi efektif. Jadi, untuk penanganan lokasi efektif sekitar 9 km,  dan penanganan rutinnya sepanjang ruas jalan tersebut," jelasnya.

Menurutnya, kontraktor pelaksana preservasi jalan itu adalah PT. Bentang Kharisma Karya - PT. Cahaya Sambang Sejahtera, KSO dengan nilai kontrak Rp26 miliar, dan saat ini sudah dilakukan pekerjaan rutin tutup lobang dan rutin jalan lainnya. 

"Yang kemarin jalannya rusak sudah ada penanganan di paket preservasi Pantai Hambawang- Amuntai- Pasar Panas Tabalong, namun dari jumlah kerusakan yang kita lakukan survei saat ini mungkin dengan dana yang ada kemungkinan tidak mencukupi," tutur Shalafuddin.

"Mudah-mudahan untuk penanggulangan dilokasi lobang itu bisa ditanggulangi," imbuhnya menambahkan.

Shalafuddin berharap pekerjaan jalan ini bisa selesai tepat waktu, yang mana penanganannya hingga Desember 2022.

Selain itu, disinggung terkait IKN yang Kalimantan Kalsel sebagai penyangga ibu kota negara, Shalafuddin juga berharap agar jalan-jalan yang ada di Kalsel mulus.

"Kami juga berharap ada kerjasama dari semua instansi, supaya ada timbangan untuk lalu lintas angkutan berat untuk mengurangi dampak kerusakan," demikian Shalafuddin, ST. (yet/jp).

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes