TAMIANG LAYANG- Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan, Polsek Pematang Karau Polres Barito Timur melaksanakan kegiatan panen jagung bersama di Desa Sumber Rejo RT. 02 RW. 02, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Barito Timur, AKBP Eddy Santoso, S.I.K., M.H., didampingi para Pejabat Utama Polres Bartim, di antaranya Kabag SDM, Kasatsamapta, dan Kasatlantas.
Turut hadir Camat Pematang Karau, Kapolsek Pematang Karau, Koordinator PPL Pematang Karau, Kepala Desa Sumber Rejo, Ketua BPD Sumber Rejo, para PPL se-Kecamatan Pematang Karau, Kelompok Tani Tunas Muda Desa Sumber Rejo, serta pemilik lahan Bapak Sarmin.
Panen jagung dilaksanakan di lahan milik Bapak Sarmin seluas 1 hektare dengan estimasi hasil panen sekitar 5 ton. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, doa, serta arahan dan sambutan dari Kapolsek Pematang Karau dan Kapolres Barito Timur. Selanjutnya dilakukan panen jagung secara simbolis bersama para tamu undangan, sebelum kegiatan ditutup dengan ramah tamah.
Kapolres Barito Timur, AKBP Eddy Santoso, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan konkret Polri terhadap program strategis pemerintah di sektor ketahanan pangan.
"Panen jagung ini adalah wujud sinergi Polri dengan pemerintah daerah dan kelompok tani dalam mendukung Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya di bidang ketahanan pangan. Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan, tetapi juga hadir dan berkontribusi dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegas AKBP Eddy Santoso.
Sementara itu, Kapolsek Pematang Karau, IPDA Rikardo Hutahaean, menambahkan bahwa keterlibatan Polsek dalam kegiatan pertanian masyarakat merupakan bagian dari komitmen untuk terus mendukung program pemerintah sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
"Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Polri selalu hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam mendukung sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama ketahanan pangan nasional,” ujar IPDA Rikardo Hutahaean. (zi/jp).














