KUALA PEMBUANG- Kelangkaan LPG 3 kilogram bersubsidi di sejumlah wilayah Kabupaten Seruyan dalam beberapa hari terakhir memicu antrean panjang di pangkalan resmi dan keresahan warga.
Sejumlah masyarakat mengaku kesulitan memperoleh gas melon sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), bahkan terpaksa mencari hingga ke luar wilayah tempat tinggalnya.
Pemerintah Kabupaten Seruyan melalui Sekretariat Daerah menerbitkan surat imbauan tertanggal 24 Februari 2026.
Dalam surat tersebut dijelaskan, tersendatnya pasokan dipicu gangguan teknis pada Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang melayani distribusi ke Seruyan, ditambah lonjakan kebutuhan menjelang Ramadan yang dinilai meningkatkan konsumsi rumah tangga dan pelaku usaha kecil.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Seruyan, Bahrun Abbas, menyatakan distribusi terganggu bersifat sementara. Pemerintah daerah, kata dia, telah berkoordinasi dengan Pertamina, agen, dan subpenyalur guna mempercepat pemulihan pasokan agar kembali normal dalam waktu dekat.
Meski demikian, fakta di lapangan menunjukkan kelangkaan telah terjadi beberapa hari sebelum imbauan resmi diterbitkan. Sejumlah warga menduga adanya pembelian dalam jumlah besar oleh oknum tertentu yang memanfaatkan momentum meningkatnya permintaan, sehingga mempersempit akses masyarakat kecil terhadap LPG bersubsidi.
Bahrun Abbas tidak menutup kemungkinan adanya praktik penimbunan atau distribusi yang tidak tepat sasaran.
Ia menegaskan pemerintah membuka ruang pengaduan bagi masyarakat dan meminta aparat desa hingga dinas terkait memperketat pengawasan agar subsidi benar-benar diterima kelompok yang berhak.
Kelangkaan ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan distribusi LPG 3 kilogram di tingkat agen dan pangkalan, terutama saat permintaan meningkat. Tanpa pengawasan yang konsisten dan transparansi rantai distribusi, persoalan serupa berpotensi terulang setiap menjelang Ramadan, sementara masyarakat kecil tetap menjadi pihak paling terdampak. (gan/jp).










