TAMIANG LAYANG- Pelajar asal Desa Jango, Kecamatan Patangkep Tutui, Kabupaten Barito Timur, masih harus menghadapi kondisi jalan yang rusak saat berangkat ke sekolah menengah pertama (SMP) di Desa Ampari Bura atau Bahalang. Jalan yang dilalui berdebu saat musim kemarau dan berubah menjadi berlumpur ketika hujan.
Hairul Anwar, warga Desa Jango, mengatakan hingga kini para pelajar hanya mengandalkan jalan milik perusahaan sebagai akses utama menuju sekolah. Kondisi jalan tersebut kerap menyulitkan, terutama saat musim hujan.
"Kalau hujan, jalan sangat becek dan berlumpur. Anak-anak sering kesulitan melintas saat berangkat sekolah,” ujar Hairul, Senin (9/2/2026).
Menurut Hairul, sebenarnya terdapat jalan alternatif yang dibuka pada 2023. Namun, hingga saat ini jalan tersebut belum mendapat peningkatan infrastruktur sehingga belum layak digunakan secara optimal.
"Memang ada jalan alternatif, tetapi sejak dibuka tidak ada perbaikan. Kalau lewat sana, anak-anak harus memutar dulu ke Desa Kotam sebelum menuju Ampari Bura,” jelasnya.
Kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan, terutama terkait keselamatan dan kenyamanan pelajar dalam mengakses pendidikan. Hairul berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius dan mencarikan solusi konkret.
"Kami paham desa kami berada di jalur jalan perusahaan. Namun kami berharap pemerintah daerah bisa membuka atau melanjutkan pembangunan jalan alternatif agar layak dilalui,” katanya.
Ia menegaskan, perbaikan akses jalan tidak hanya penting bagi pelajar, tetapi juga berdampak langsung terhadap mobilitas dan perekonomian masyarakat desa.
"Jalan yang baik sangat dibutuhkan, bukan hanya untuk anak-anak sekolah, tetapi juga untuk menunjang aktivitas dan perekonomian warga,” pungkasnya. (zi/jp).














