BREAKING NEWS

Selasa, 14 April 2026

Realisasi Retribusi Tabalong Baru 8 Persen, Bapenda Dorong OPD Intensifkan Penagihan

TANJUNG- Realisasi retribusi daerah Kabupaten Tabalong hingga triwulan I 2026 masih rendah. Dari target Rp23 miliar, capaian baru sekitar Rp1,8 miliar atau 8 persen.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tabalong, Nanang Mulkani, menyatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ia menilai kontribusi retribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) belum optimal pada awal tahun ini.

Nanang meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) pengampu retribusi meningkatkan kinerja penagihan. 

Menurutnya, selain menjalankan tugas pokok dan fungsi, OPD juga memiliki tanggung jawab memenuhi target pendapatan yang telah ditetapkan.

"OPD pengampu retribusi harus lebih intensif dalam melakukan penagihan. Retribusi merupakan salah satu komponen penting dalam PAD dan sangat berpengaruh terhadap total pendapatan daerah,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/4/2026). 

Ia menambahkan, retribusi daerah memiliki peran signifikan selain pajak daerah dan sumber PAD lainnya yang sah. Karena itu, optimalisasi penagihan dinilai penting untuk mendukung keuangan daerah.

Retribusi daerah mencakup berbagai sektor, di antaranya jasa umum seperti pelayanan kesehatan, persampahan, dan parkir di tepi jalan umum. 

Selain itu, terdapat retribusi jasa usaha seperti pasar, sewa toko, tempat parkir khusus, hingga sektor rekreasi dan olahraga, serta retribusi perizinan tertentu.

Pemerintah daerah berharap peningkatan intensitas penagihan oleh OPD dapat mendorong kenaikan realisasi retribusi pada triwulan berikutnya. (fah/jp). 

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes