KANDANGAN- Batalyon Infanteri (Yonif) TP 829/Bumi Antaludin menggelar panen raya cabai keriting di Desa Madang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), sebagai bagian dari program ketahanan pangan, Sabtu (11/4/2026).
Komandan Yonif 829 menyampaikan, budidaya cabai keriting dilakukan di lahan seluas 1,2 hektare. Hingga saat ini, panen telah memasuki tahap ke-12 dengan total produksi mencapai sekitar 1,7 ton.
"Panen sudah berjalan hingga tahap ke-12. Kami perkirakan masih ada sekitar lima kali panen lagi, dengan target total produksi mencapai 2,5 ton,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan pertanian di Yonif 829 tidak hanya terfokus pada cabai. Satuan tersebut memiliki Kompi Pertanian yang terbagi dalam beberapa peleton, meliputi tanaman padi dan palawija, buah dan sayur, serta tanaman industri.
"Saat ini, untuk sektor buah dan sayur, kami memprioritaskan pengembangan cabai keriting, khususnya di wilayah ini,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan mengapresiasi kontribusi Yonif 829 dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Program ini dinilai sebagai bentuk nyata kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah.
"Kami bersyukur dan bangga. Ini bukti konkret sinergi dalam memperkuat ketahanan pangan. Cabai merupakan komoditas strategis yang juga berpengaruh terhadap inflasi daerah,” ujar Kadis Pertanian HSS, Hj Lutfiana.
Disebutkan, harga cabai saat ini relatif stabil, salah satunya didukung oleh pengelolaan demplot pertanian yang optimal. Hal ini menjadi indikator bahwa sektor hortikultura di daerah berjalan dengan baik.
Ke depan, Pemkab HSS membuka peluang kerja sama lanjutan dengan Yonif 829, terutama dalam pengembangan komoditas jagung. Pemasaran hasil pertanian seperti jagung, padi, dan kedelai juga telah didukung melalui penyerapan oleh Bulog dengan harga yang telah ditetapkan, sehingga memberikan kepastian bagi petani.
Melalui sinergi tersebut, ketahanan pangan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan diharapkan semakin kuat dan berkelanjutan. (ari/jp).



















