TAMIANG LAYANG- Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Dinas Perikanan dan Peternakan menyiapkan program penguatan ekonomi kerakyatan dan swasembada peternakan melalui bantuan 300 ekor kambing Etawa bagi kelompok masyarakat peternak.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Barito Timur, Abianhin, mengatakan program tersebut tidak hanya ditujukan untuk menambah populasi ternak, tetapi juga mendorong ketahanan pangan daerah.
"Program ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak ketahanan pangan dan meningkatkan ekonomi masyarakat peternak,” ujar Abianhin, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, bantuan akan disalurkan kepada kelompok peternak dengan skema pembagian berdasarkan jumlah anggota. Setiap anggota kelompok akan mengelola satu ekor kambing. Dengan demikian, jumlah bantuan disesuaikan dengan struktur kelompok penerima.
"Jika dalam satu kelompok ada 10 orang, maka akan diberikan 10 ekor kambing. Begitu juga jika anggotanya 15 orang, maka disesuaikan,” jelasnya.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, ujar Abianhin, pihaknya akan menerapkan seleksi melalui mekanisme Calon Peternak dan Calon Lokasi (CPCL), seperti pada program bantuan ternak sebelumnya.
"Kami akan melakukan CPCL untuk memastikan penerima benar-benar peternak yang memiliki kesiapan dan komitmen, bukan sekadar ingin menerima bantuan,” tegasnya.
Selain kesiapan peternak, aspek ketersediaan pakan juga menjadi syarat utama. Lokasi penerima bantuan harus memiliki potensi sumber pakan alami yang memadai guna menjamin keberlanjutan pemeliharaan ternak.
Kambing yang dibagikan merupakan jenis Etawa turunan yang dikenal memiliki nilai ekonomi tinggi, baik dari sisi daging maupun produksi susu. Harga kambing kualitas unggul jenis ini dapat mencapai sekitar Rp4 juta per ekor.
Abianhin menambahkan, program ini merupakan langkah strategis untuk mendorong kemandirian daerah dalam sektor peternakan.
"Harapannya kita tidak hanya menjadi konsumen ternak dari luar daerah, tetapi mampu mandiri. Dengan kambing Etawa ini, peternak bisa menghasilkan bibit dan produk berkualitas secara berkelanjutan,” pungkasnya. (zi/jp).












