BREAKING NEWS

Kamis, 11 Juni 2026

315 Mahasiswa UPR Siap KKN di 21 Desa Barito Timur, Bupati Dorong Lahirnya Inovasi Pembangunan Desa

TAMIANG LAYANG- Sebanyak 315 mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 21 desa yang tersebar di Kabupaten Barito Timur. Program pengabdian masyarakat tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi pembangunan desa sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Kepastian pelaksanaan KKN tersebut disampaikan dalam kegiatan Pembekalan Mahasiswa KKN UPR yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (11/6/2026). Kegiatan itu dihadiri Bupati Barito Timur, M. Yamin, Asisten I Setda Barito Timur, Hadi Suprapto dari Tim Percepatan Pembangunan Daerah, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Barito Timur, Camat Paku, perwakilan mahasiswa, serta jajaran Universitas Palangka Raya yang diwakili Jorgen Kaharap Nahan.

Sebanyak 315 mahasiswa akan diterjunkan ke 21 desa dengan pendampingan 21 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Mereka dijadwalkan menjalankan program KKN selama satu bulan, mulai 18 Juli hingga 18 Agustus 2026.

Dalam sambutannya Bupati Barito Timur, M. Yamin, menyampaikan apresiasi kepada Universitas Palangka Raya yang kembali mempercayakan Barito Timur sebagai lokasi pelaksanaan KKN. Menurutnya, program tersebut menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan sekaligus belajar langsung dari kehidupan masyarakat.

"KKN merupakan wadah yang sangat baik untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus belajar dari kehidupan masyarakat,” kata M. Yamin.

Ia menegaskan, kehadiran mahasiswa di desa tidak hanya bertujuan menjalankan program akademik, tetapi juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata melalui berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah.

Bupati mendorong para mahasiswa untuk menghadirkan program yang kreatif, inovatif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Selain itu, mahasiswa diharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan yang membantu meningkatkan kapasitas masyarakat serta mendukung percepatan pembangunan desa.

M. Yamin juga mengingatkan pentingnya menjaga etika selama berada di tengah masyarakat. Mahasiswa diminta menghormati adat istiadat dan budaya lokal, membangun komunikasi yang baik dengan warga, serta menjaga nama baik almamater selama menjalankan pengabdian.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Barito Timur yang SEGAH (Sejahtera, Elegan, Gigih, Amanah, dan Harmonis).

Program KKN ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat desa, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, dan pemecahan masalah dalam kondisi nyata di lapangan.

Dengan dukungan 21 dosen pembimbing lapangan, pelaksanaan KKN Universitas Palangka Raya di Barito Timur diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi dan program pemberdayaan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kemitraan antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan berbasis pengetahuan. (zi/jp). 

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes