TANAH LUAT- Komisi II DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) mendorong penguatan sektor peternakan dari hulu hingga hilir guna mendukung program ketahanan pangan daerah. Salah satu fokus yang didorong adalah pengembangan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian agar mampu menjadi sentra pemasok bibit ternak bagi seluruh wilayah Kalimantan.
Dorongan tersebut disampaikan saat Komisi II DPRD Kalsel melakukan monitoring ke UPT Direktorat Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian dan Kelompok Tani Budidaya di Desa Pulau Sari, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, Jum'at (12/6) dan Sabtu (13/6).
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, H Suripno Sumas, mengatakan hasil kunjungan menunjukkan Kalimantan Selatan memiliki potensi besar dalam pengembangan pembibitan ternak. Ketersediaan lahan dan bibit yang dimiliki saat ini dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat sektor peternakan daerah.
"Kami melihat potensi yang sangat besar, baik dari sisi lahan maupun bibit ternak yang tersedia. Ke depan, UPT ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan Kalimantan Selatan, tetapi juga mampu menjadi pemasok bibit ternak bagi lima provinsi di Kalimantan," ujarnya.
Menurut Suripno, keberadaan UPT tersebut sangat strategis sebagai pusat pengembangan bibit unggul sapi, kambing, dan itik. Karena itu, DPRD Kalsel mendukung berbagai program pengembangan yang dijalankan untuk menunjang target ketahanan pangan nasional.
Selain meninjau fasilitas pembibitan ternak, rombongan Komisi II DPRD Kalsel juga mengunjungi Kelompok Tani Budidaya di Desa Pulau Sari. Di lokasi tersebut, mereka melihat berbagai usaha produktif masyarakat yang terintegrasi, mulai dari peternakan sapi, kambing, ayam hingga pengolahan pupuk.
Suripno mengapresiasi sinergi antara kelompok tani dan Pemerintah Desa Pulau Sari dalam membangun usaha berbasis pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, pola kolaborasi tersebut layak menjadi contoh bagi kelompok tani maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di daerah lain.
"Kolaborasi yang dibangun mampu menghasilkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Model seperti ini patut direplikasi di daerah lain di Kalimantan Selatan," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel, H Jahrian, menilai pengembangan pembibitan ternak dan pemberdayaan kelompok tani menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis peternakan.
Ia mengatakan, hasil monitoring tersebut memberikan optimisme terhadap masa depan sektor peternakan di Kalimantan Selatan yang dinilai memiliki peluang besar untuk terus berkembang.
"Potensi yang kami lihat sangat menjanjikan. Jika terus dikembangkan secara berkelanjutan, sektor peternakan tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Jahrian. (sar/ali/jp).
















