TAMIANG LAYANG- Pemerintah Kabupaten Barito Timur bersama TNI, Polri, BPBD, dan unsur terkait menggelar Apel Aktivasi Pos Lapangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di halaman Kantor Kecamatan Pematang Karau, Senin (15/6/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla selama musim kemarau 2026.
Apel dihadiri BPBD Barito Timur, Camat Pematang Karau, Kapolsek Pematang Karau, IPDA Rikardo Hutahaean, unsur Muspika, personel TNI-Polri, relawan, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta sejumlah tamu undangan.
Aktivasi Pos Lapangan Karhutla menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi lintas sektor guna mendukung upaya pencegahan, deteksi dini, pemantauan wilayah rawan, hingga percepatan penanganan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pengecekan kesiapan personel, peralatan, serta sistem koordinasi yang akan digunakan selama masa siaga Karhutla. Langkah ini dinilai penting mengingat Kecamatan Pematang Karau memiliki kawasan hutan dan lahan yang cukup luas dan berpotensi terdampak kebakaran saat musim kemarau.
Kapolsek Pematang Karau, IPDA Rikardo Hutahaean, mengatakan pencegahan Karhutla memerlukan keterlibatan seluruh pihak, termasuk masyarakat.
"Apel ini menjadi wujud kesiapan bersama dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, BPBD, relawan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan upaya pencegahan maupun penanggulangan Karhutla,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Dengan diaktifkannya Pos Lapangan Karhutla, diharapkan respons terhadap kejadian kebakaran dapat dilakukan lebih cepat, terukur, dan terkoordinasi sehingga risiko Karhutla dapat ditekan semaksimal mungkin.
Apel tersebut sekaligus menegaskan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga wilayah Barito Timur dari ancaman kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau 2026. (zi/jp).
















