HSS- Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H Kartoyo, melaksanakan Sosialisasi/Penyebarluasan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda), Raperda, Perda, serta peraturan perundang-undangan terkait Perda Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di Desa Baruh Jaya, Kecamatan Daha Selatan, Jum'at (5/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, H Kartoyo menekankan pentingnya implementasi Perda Nomor 4 Tahun 2016 sebagai dasar hukum dalam mendorong pengembangan potensi masyarakat desa secara berkelanjutan, khususnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi rumah tangga dan memperkuat kemandirian desa.
"Melalui perda ini, masyarakat desa didorong untuk mengembangkan potensi lokal, baik di bidang usaha, keterampilan, maupun ekonomi kreatif agar taraf hidup masyarakat meningkat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Desa Baruh Jaya memiliki potensi usaha rumahan yang cukup berkembang, salah satunya usaha menjahit. Potensi tersebut, menurutnya, perlu diperkuat melalui pelatihan keterampilan dan dukungan sarana penunjang agar mampu meningkatkan produktivitas masyarakat.
"Di Baruh Jaya ini kami melihat usaha menjahit rumahan cukup berkembang. Ini perlu didukung melalui pelatihan dan fasilitas pendukung agar masyarakat semakin produktif,” katanya.
H Kartoyo menilai pelatihan keterampilan menjahit tidak hanya berdampak pada peningkatan kemampuan individu, tetapi juga memiliki efek sosial dan ekonomi yang lebih luas, seperti membuka lapangan usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, menekan angka pengangguran, serta memperkuat peran perempuan dalam ekonomi keluarga.
"Ketika ibu-ibu memiliki keterampilan dan peluang usaha, maka ekonomi keluarga ikut terbantu dan kesejahteraan masyarakat desa dapat meningkat,” jelasnya.
Selain sektor menjahit, ia menyebut Desa Baruh Jaya memiliki potensi sumber daya masyarakat yang beragam, mulai dari usaha bengkel, las, perikanan, hingga pertanian. Namun, sektor pertanian masih menghadapi kendala akibat kondisi lahan yang terdampak perubahan musim dan tata air.
Menurutnya, penguatan infrastruktur menjadi faktor penting dalam mendukung optimalisasi potensi ekonomi desa agar dapat berkembang lebih maksimal.
Dalam kesempatan itu, H Kartoyo juga mengapresiasi pembangunan jalan penghubung Nagara–Margasari yang dinilai dapat meningkatkan konektivitas wilayah dan memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat di Daha Selatan.
Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Baruh Jaya, Hani, menyampaikan bahwa usaha menjahit rumahan telah lama menjadi salah satu penopang ekonomi warga dan perlu terus mendapat perhatian agar dapat berkembang lebih baik ke depan.
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan diskusi bersama warga terkait pengembangan UMKM, peningkatan keterampilan, serta pemanfaatan potensi lokal desa. (sar/ali/jp).













