TAMIANG LAYANG- Penantian panjang masyarakat Desa Bagok, Kecamatan Benua Lima, Kabupaten Barito Timur, untuk memiliki jembatan penghubung menuju Desa Gudang Seng akhirnya mulai terwujud. Jembatan yang selama bertahun-tahun diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) kini mulai dibangun oleh TNI bersama warga setempat.
Kepala Desa Bagok, Risa Ramayati, mengatakan usulan pembangunan jembatan tersebut mendapat respons setelah Desa Bagok mengikuti lomba Desa Pancasila. Dalam kegiatan itu, proposal yang diajukan desa mendapat perhatian dari pihak TNI dan langsung ditindaklanjuti dengan pelaksanaan pembangunan dalam beberapa pekan terakhir.
"Pembangunan jembatan ini merupakan harapan masyarakat yang sudah lama kami usulkan melalui Musrenbangdes. Alhamdulillah, setelah mengikuti lomba Desa Pancasila, proposal kami ditindaklanjuti oleh TNI dan sekarang mulai dikerjakan bersama masyarakat," ujar Risa kepada wartawan ini, Senin (6/7/2026).
Risa menjelaskan, jembatan yang dibangun memiliki panjang 6 meter dengan lebar 4 meter. Konstruksinya menggunakan beton dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan oleh pihak TNI agar menghasilkan bangunan yang kokoh dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
Keberadaan jembatan tersebut diharapkan mampu memperlancar akses transportasi antara Desa Bagok dan Desa Gudang Seng. Selain memudahkan mobilitas warga, infrastruktur itu juga diyakini akan mendukung aktivitas perekonomian, distribusi hasil pertanian, serta mempercepat akses pelayanan bagi masyarakat di kedua desa.
Atas dimulainya pembangunan tersebut, Risa menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran TNI yang telah merealisasikan aspirasi masyarakat.
Ia berharap sinergi antara TNI dan warga dalam pembangunan jembatan dapat berjalan lancar hingga pekerjaan selesai sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat. (zi/jp).











