BREAKING NEWS

Kamis, 16 Juli 2026

PPDB 2026/2027, SMAN 1 Alalak Hanya Terima 185 Siswa Akibat Penurunan Lulusan SMP

MARABAHAN- SMAN 1 Alalak, Kabupaten Batola menerima sebanyak 185 peserta didik baru pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2026/2027. Jumlah tersebut belum mencapai target awal sekolah yang menargetkan pembukaan tujuh rombongan belajar (rombel).

Kepala SMAN 1 Alalak, H Muhammad Rasyidi, mengatakan pada tahun ajaran baru ini pihaknya hanya mampu membuka enam rombel. Padahal, apabila target tujuh rombel terpenuhi, sekolah diperkirakan dapat menampung sekitar 252 siswa baru.

"Target kami sebenarnya tujuh rombel, tetapi sampai proses penerimaan berakhir jumlah siswa yang diterima sebanyak 185 orang," ujar H Muhammad Rasyidi saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, penurunan jumlah peserta didik baru tidak terlepas dari berkurangnya jumlah lulusan SMP, terutama dari SMP Negeri 2 Alalak yang selama ini menjadi salah satu sumber utama siswa baru bagi SMAN 1 Alalak.

"Karena SMP 2 Alalak merupakan input utama kami, ketika jumlah lulusan mereka berkurang, otomatis berdampak pada jumlah siswa yang masuk ke SMA. Apalagi kedua sekolah masih berada dalam satu wilayah," jelasnya.

Ia menambahkan, fenomena tersebut tidak hanya terjadi pada jenjang SMP, tetapi juga dipengaruhi oleh menurunnya jumlah anak usia sekolah sejak tingkat pendidikan dasar. Kondisi itu terlihat dari berkurangnya jumlah peserta didik di sejumlah sekolah dasar (SD) di wilayah Alalak.

Meski demikian, pihak sekolah tetap optimistis jumlah penerimaan siswa baru akan meningkat pada tahun berikutnya. Berdasarkan data yang dimiliki sekolah, jumlah lulusan SMP pada tahun depan diperkirakan lebih banyak dibandingkan tahun ini.

"Harapannya, karena SMAN 1 Alalak masih menjadi pilihan utama bagi lulusan SMP 2 Alalak, kuota penerimaan siswa tahun depan dapat kembali terpenuhi," katanya.

Di bidang akademik, SMAN 1 Alalak tetap menerapkan Kurikulum Merdeka dengan pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam. Metode tersebut bertujuan mendorong siswa lebih aktif dalam proses belajar sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan meningkatkan pemahaman peserta didik.

Untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi, sekolah juga telah memiliki dua unit smart board. Fasilitas digital tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Selain penguatan kualitas pembelajaran, sekolah juga terus mendorong peningkatan sarana dan prasarana. Salah satu rencana prioritas adalah perbaikan lapangan bola voli yang mengalami penurunan permukaan tanah beberapa sentimeter akibat genangan air pada tahun sebelumnya.

"Kondisi lapangan sempat mengganggu aktivitas olahraga siswa maupun guru. Kami sudah mengusulkan perbaikannya dan mendapat perhatian setelah kunjungan anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan. Konsultan juga telah melakukan peninjauan, tinggal menunggu proses selanjutnya," ungkapnya.

SMAN 1 Alalak juga berencana membangun kantin secara bertahap. Saat ini, kondisi kantin sekolah masih berupa bangunan semi permanen yang mulai mengalami kerusakan sehingga perlu ditingkatkan agar lebih layak dan nyaman bagi warga sekolah.

Selain itu, pihak sekolah telah mengusulkan pembangunan aula kepada Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan. Usulan tersebut dinilai penting mengingat posisi SMAN 1 Alalak yang berada di lokasi strategis, yakni jalur penghubung Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru.

"Lokasi sekolah kami cukup strategis dan selama ini sering menjadi tempat pelaksanaan kegiatan dari Dinas Pendidikan Provinsi maupun sejumlah SKPD. Karena itu, keberadaan aula sangat diperlukan untuk mendukung berbagai kegiatan tersebut," pungkas H Muhammad Rasyidi. (lim/jp).

Share Berita :

 
Copyright © 2014 Jurnalis Post. Designed by OddThemes