MARABAHAN- Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) kembali memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah. Sebanyak 271 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) diterjunkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di 25 desa dan kelurahan yang tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Barito Kuala.
Pelepasan peserta KKN berlangsung di Marabahan dan dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Barito Kuala, Joko Sumitro, mewakili Bupati Barito Kuala. Hadir pula Wakil Rektor I UMB Dr. apt. Risya Mulyani, dosen pembimbing lapangan, jajaran Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, kepala desa, lurah, serta seluruh mahasiswa peserta KKN.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Joko Sumitro, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala menyampaikan apresiasi kepada Universitas Muhammadiyah Banjarmasin yang kembali mempercayakan Batola sebagai lokasi pelaksanaan KKN.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Universitas Muhammadiyah Banjarmasin yang kembali menjadikan Batola sebagai lokasi pengabdian mahasiswa melalui program KKN," ujar Joko, Selasa (4/8/2026).
Ia juga mengingatkan para mahasiswa agar menjaga nama baik almamater selama berada di tengah masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan, menghormati adat istiadat setempat, membangun komunikasi yang baik, serta menghadirkan inovasi dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa.
Selain menjadi wadah penerapan ilmu pengetahuan, KKN juga diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam menyusun dan menyempurnakan kebijakan pembangunan.
"Semoga dari pelaksanaan KKN ini lahir berbagai rekomendasi dan masukan yang bernilai strategis bagi Pemerintah Kabupaten Barito Kuala dalam meningkatkan kualitas pembangunan daerah," lanjutnya.
Sebanyak 271 mahasiswa yang berasal dari Fakultas Ilmu Kesehatan, Farmasi, Teknik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta Fakultas Agama Islam (FAI) akan menjalankan KKN Tematik yang berkolaborasi dengan Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Mereka ditempatkan di 25 desa dan kelurahan di Kecamatan Alalak, Bakumpai, Barambai, Belawang, Cerbon, Mandastana, Marabahan, Rantau Badauh, dan Tabukan dengan program kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Perwakilan mahasiswa KKN Kelompok 13, Salim Sayyid, mengatakan seluruh peserta telah mempersiapkan diri secara maksimal untuk menjalankan pengabdian di desa.
"Kami siap secara mental maupun fisik. Program kerja juga telah disusun dan kami siap berkolaborasi dengan masyarakat agar kehadiran kami benar-benar memberikan manfaat," ujarnya.
Senada dengan itu, Nurlina berharap seluruh rangkaian kegiatan KKN berjalan lancar dan setiap program yang telah dirancang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa.
Melalui KKN Tematik ini, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala berharap sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat semakin kuat dalam mendorong pembangunan yang partisipatif, inovatif, dan berkelanjutan. Kehadiran mahasiswa juga diharapkan mampu memperkuat budaya literasi, melahirkan inovasi di tingkat desa, serta memberikan rekomendasi yang bermanfaat bagi pembangunan Kabupaten Barito Kuala. (rnld/ali/jp).













