KUALA PEMBUANG- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seruyan meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sejumlah langkah antisipasi dilakukan, mulai dari distribusi masker hingga menyiapkan rumah oksigen di fasilitas pelayanan kesehatan.
Kepala Dinkes Seruyan, dr. Riza Syahputra, mengatakan kelompok yang paling rentan terdampak ISPA akibat paparan kabut asap adalah lansia, anak-anak, terutama balita, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan seperti asma.
"Kelompok yang rentan terdampak ISPA itu adalah lansia dan anak di bawah umur, terutama balita, karena imun atau daya tahan tubuhnya masih lemah. Kemudian orang yang memiliki gangguan pernapasan seperti asma,” ujar Riza saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (9/9/2026).
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Seruyan mendistribusikan masker melalui puskesmas di wilayah yang terdampak kabut asap. Distribusi diprioritaskan ke wilayah dengan tingkat dampak yang dinilai lebih tinggi, terutama kawasan hulu.
"Kami membagi masker di setiap puskesmas yang terdampak, terutama daerah hulu yang sangat terdampak seperti Hanau, Rantau Pulut, dan Manjul, yang daerahnya banyak perkebunan sawit,” katanya.
Selain distribusi masker, Dinkes memastikan ketersediaan obat dan tenaga kesehatan untuk menangani masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap. Pelayanan bagi warga dengan keluhan ISPA dilakukan melalui puskesmas, sementara rumah oksigen juga telah disiapkan di fasilitas pelayanan kesehatan.
"Kami sudah menyiapkan itu semua dan aman,” ujar Riza.
Terkait kemungkinan dampak kabut asap terhadap kegiatan belajar mengajar, Dinkes masih berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Pemerintah Kabupaten Seruyan. Hingga saat ini, belum ada rekomendasi resmi untuk menerapkan pembelajaran secara daring.
"Kami satu komando dengan Bapak Bupati melalui Setda. Kami hanya menangani ISPA yang terjadi di daerah,” jelasnya.
Riza menambahkan, dukungan pemerintah daerah dalam penanganan dampak kabut asap mencakup penyediaan tenaga, transportasi, serta sarana pendukung yang diperlukan Dinkes. (gan/jp).





